SERANG, Targetonlinenews.com — Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) se-Indonesia mengawali rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dengan kegiatan napak tilas sejarah di kawasan wisata religi Banten Lama, Kota Serang, Provinsi Banten, Jumat (6/2/2026).
Kegiatan bertema “Merajut Akar Peradaban Situs Budaya Daerah, dari Banten untuk Indonesia Emas 2045” ini menjadi simbol komitmen SMSI dalam memperkuat peran pers nasional yang berakar pada nilai sejarah, budaya, dan jati diri bangsa.
Rangkaian kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Sultan Banten ke-18, Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja, serta ratusan pengurus SMSI dari seluruh Indonesia.
Sekretaris Jenderal SMSI Pusat, Makali Kumar, menjelaskan bahwa setiap provinsi mengutus tiga orang pengurus SMSI untuk mengikuti rangkaian awal HPN 2026 di Banten.
“Banten memiliki nilai sejarah dan religi yang sangat penting bagi Indonesia. Kesultanan Banten adalah salah satu kerajaan besar yang sulit ditaklukkan Belanda. Meski kraton diratakan, semangat perjuangannya tidak pernah padam, bahkan ketika para sultannya dibuang ke berbagai daerah,” ujar Makali dalam sambutannya.
Menurutnya, kehadiran SMSI di kawasan Banten Lama merupakan bagian dari semangat HPN 2026 untuk memperkuat peran pers dalam pembangunan bangsa, khususnya di era transformasi digital yang terus berkembang.
Makali juga menegaskan, SMSI sebagai organisasi perusahaan media siber dengan lebih dari 3.000 anggota dari Sabang hingga Merauke, berkomitmen terus beradaptasi dengan kemajuan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai filosofis dan etika pers.
Dalam rangkaian HPN 2026 di Banten, SMSI dijadwalkan meresmikan Monumen Siber Indonesia di Alun-alun Kota Cilegon yang dibangun bersama Pemerintah Kota Cilegon. Selain itu, SMSI juga akan melakukan peletakan batu pertama pembangunan Museum Siber Indonesia di Kota Serang.
“Ini menjadi tonggak sejarah penting bagi SMSI dan pers nasional dalam menghadapi tantangan media digital ke depan,” tegas Makali.
Sementara itu, Sultan Banten ke-18 Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja mengajak insan pers untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan Kesultanan Banten dalam membangun citra positif bangsa.
“Di tengah kondisi yang tidak selalu baik-baik saja, pers memiliki peran besar untuk menyajikan pemberitaan yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab, sekaligus menjadi benteng utama dalam menangkal hoaks,” ujar Sultan.
Ia mengaku bangga dan bahagia dapat hadir bersama insan pers yang tergabung dalam SMSI, serta berharap kegiatan tersebut mampu menciptakan suasana yang konstruktif bagi pembangunan daerah dan nasional.
Kegiatan napak tilas sejarah ini diisi dengan pengenalan sejarah Kesultanan Banten, penelusuran bangunan-bangunan religi di kawasan Banten Lama, serta diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta dan narasumber.
Rangkaian awal HPN 2026 ini diharapkan menjadi momentum refleksi bagi insan pers nasional untuk terus berkontribusi dalam menjaga nilai sejarah, budaya, dan persatuan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.(Ris1)















Komentar