Site icon TARGET Online News

Bimtek dan Lomba Resensi Buku, Sawahlunto Dorong Pelajar Bangun Tradisi Literasi Kritis

 

Melalui kegiatan ini, para peserta diajak memahami teknik membaca dan menulis resensi sehingga mampu mengolah hasil bacaannya menjadi karya yang memiliki nilai informasi sekaligus memberikan perspektif kepada pembaca lain.

 

SAWAHLUNTO, Targetonlinenews.com — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Sawahlunto mendorong kembali tumbuhnya budaya baca-tulis di kalangan pelajar melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Lomba Penulisan Resensi Buku Koleksi Perpustakaan.

Kegiatan yang berlangsung pada 19–20 Agustus 2026 di Perpustakaan Umum Adinegoro tersebut dirancang tidak sekadar sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran untuk membangun kemampuan membaca secara mendalam, kritis, kreatif, dan produktif.

Kegiatan dibuka Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Sawahlunto Afrizon, S.Sos. Bimtek menghadirkan dua akademisi sebagai pemateri sekaligus juri, yakni Dr. Yona Primadesi, dosen Universitas Negeri Padang (UNP), dan Dr. Dian Hasfera, dosen UIN Imam Bonjol Padang.

Melalui kegiatan ini, para peserta diajak memahami teknik membaca dan menulis resensi sehingga mampu mengolah hasil bacaannya menjadi karya yang memiliki nilai informasi sekaligus memberikan perspektif kepada pembaca lain.

Kepala Perpustakaan Umum Adinegoro mengatakan, kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya perpustakaan mengubah aktivitas membaca dari sekadar kebiasaan menjadi proses memahami, menghayati, menilai, dan menyampaikan kembali gagasan yang diperoleh dari sebuah buku.

“Yang ingin kita tumbuhkan bukan hanya minat untuk membaca, tetapi budaya membaca yang mendalam. Pelajar diharapkan mampu memahami isi buku secara utuh, kemudian menuangkannya kembali melalui tulisan yang kritis, kreatif, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Menurut dia, lomba resensi juga menjadi sarana memperkenalkan koleksi Perpustakaan Umum Adinegoro kepada masyarakat yang lebih luas. Karya para peserta nantinya dapat dipromosikan melalui media sosial sehingga buku yang mereka baca tidak berhenti pada pengalaman personal, tetapi turut mengundang masyarakat lain untuk mengenal dan membaca koleksi tersebut.

“Resensi bisa menjadi jembatan antara buku dan masyarakat. Ketika sebuah karya peserta dipublikasikan, pembaca media sosial dapat mengetahui isi dan nilai sebuah buku, kemudian terdorong untuk mencarinya dan membacanya secara langsung di perpustakaan,” katanya.

Lebih jauh, kegiatan tersebut memiliki dimensi penting dalam menjaga ingatan kolektif Sawahlunto. Sejumlah koleksi perpustakaan memuat sejarah, budaya, tradisi, serta kearifan lokal yang menjadi bagian dari identitas kota.

Karena itu, peserta tidak hanya diarahkan untuk melihat buku dari sisi isi dan teknik penulisan, tetapi juga dapat menggali nilai-nilai sejarah dan budaya lokal melalui sudut pandang masing-masing.

Karya resensi yang lahir dari kegiatan tersebut diharapkan menjadi bentuk dokumentasi literasi sekaligus cara baru memperkenalkan kekayaan pengetahuan lokal kepada generasi muda.

Bagi Sawahlunto yang memiliki sejarah panjang sebagai kota tambang dan kawasan warisan budaya dunia, penguatan literasi lokal menjadi penting. Buku dan perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang untuk merawat memori sejarah dan membangun cara pandang generasi berikutnya.

Melalui Bimtek dan lomba resensi ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Sawahlunto berupaya menempatkan pelajar bukan hanya sebagai pembaca, tetapi juga sebagai produsen pengetahuan melalui tulisan.

Dengan demikian, gerakan literasi diharapkan tidak berhenti pada angka kunjungan perpustakaan atau jumlah buku yang dibaca, melainkan berkembang menjadi kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, menyampaikan gagasan, serta menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat. (Ris1

Exit mobile version