Bukittinggi Raih Peringkat Tiga Pengendalian Inflasi se-Sumatra 2026, Kemendagri Apresiasi Kinerja TPID. Penghargaan diterima oleh Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, yang hadir didampingi Sekretaris Daerah Rismal Hadi. Capaian ini menegaskan konsistensi Bukittinggi dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan laju inflasi di tengah dinamika ekonomi regional.
Palembang, Targetonlinenews. com — Pemerintah Kota Bukittinggi kembali mencatatkan prestasi di tingkat regional Sumatra dengan meraih peringkat tiga terbaik dalam kategori pengendalian inflasi daerah tahun 2026. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dalam sebuah seremoni di Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (24/4/2026).
Penghargaan diterima oleh Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, yang hadir didampingi Sekretaris Daerah Rismal Hadi. Capaian ini menegaskan konsistensi Bukittinggi dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan laju inflasi di tengah dinamika ekonomi regional.
Dalam penilaian Kementerian Dalam Negeri, Bukittinggi dinilai unggul melalui pendekatan yang konsisten, terukur, dan berbasis data. Indikator penilaian meliputi stabilitas inflasi, khususnya sektor pangan, kepatuhan dalam pelaporan, serta komitmen dukungan anggaran terhadap program pengendalian inflasi daerah.
Wakil Wali Kota Ibnu Asis menyampaikan apresiasi atas peran aktif Kemendagri dalam mengoordinasikan pengendalian inflasi secara nasional. Menurutnya, penghargaan ini menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kinerja.
“Penghargaan ini bukan hanya bentuk apresiasi, tetapi juga motivasi bagi kami untuk terus memperkuat langkah-langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat,” ujar Ibnu Asis.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) akan terus mengintensifkan berbagai upaya, termasuk pelaksanaan rapat koordinasi rutin dan monitoring harga pasar secara berkala. Langkah ini dinilai krusial terutama pada periode rawan inflasi seperti hari besar keagamaan dan momen tertentu yang berpotensi memicu lonjakan harga.
Secara terpisah, Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias juga memberikan apresiasi atas kinerja TPID yang dinilai berhasil mengawal stabilitas inflasi daerah. Menurutnya, penghargaan dari Kemendagri menjadi bukti konkret bahwa strategi pengendalian inflasi yang diterapkan berjalan efektif.
“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif lintas sektor. Kolaborasi antara pemerintah daerah, instansi vertikal, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga kestabilan harga pangan dan daya beli,” ungkap Ramlan.
Ia menambahkan, sinergi yang kuat antar pemangku kepentingan akan terus diperkuat guna mengantisipasi potensi gejolak harga serta menjaga pertumbuhan ekonomi daerah tetap stabil.
Dalam ajang penghargaan tersebut, Kementerian Dalam Negeri juga memberikan insentif kepada daerah berprestasi, yakni Rp3 miliar untuk peringkat pertama, Rp2 miliar untuk peringkat kedua, dan Rp1 miliar untuk peringkat ketiga. Untuk kategori kota di wilayah Sumatra, posisi pertama diraih Kota Tebo, disusul Kota Musi Rawas Utara di peringkat kedua, dan Kota Bukittinggi di peringkat ketiga.
Prestasi ini semakin memperkuat posisi Bukittinggi sebagai salah satu daerah yang adaptif dan responsif dalam menjaga stabilitas ekonomi, khususnya dalam pengendalian inflasi yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. (Ris1)

