Site icon TARGET Online News

Bupati Eka Putra: IKTD Harus Merangkul Semua Tanpa Membedakan Latar Belakang

“Walaupun lelah perjalanan melewati tiga pulau, begitu sampai di sini dan melihat semangat perantau, capek itu hilang. Luar biasa keakraban, kekompakan dan kerukunan perantau Tanah Datar di sini,” ujar Eka Putra di hadapan ratusan perantau.

 

TANJUNGPINANG-Targetonlinenews.com: Lelah tiga pulau. Itu yang dirasakan Bupati Tanah Datar Eka Putra sebelum kakinya menjejak Tanjung Pinang, Sabtu malam, 5 September 2026. Namun lelah itu, katanya, luruh seketika.

Di Gedung Pinang Harmoni KM 7, ia disambut keakraban yang rapat. Pelukan, tawa, dan logat Minang yang tak hilang meski jauh dari Luhak Nan Tuo. Di sanalah Ikatan Keluarga Tanah Datar (IKTD) Kota Tanjung Pinang periode 2026-2031 dikukuhkan.

“Walaupun lelah perjalanan melewati tiga pulau, begitu sampai di sini dan melihat semangat perantau, capek itu hilang. Luar biasa keakraban, kekompakan dan kerukunan perantau Tanah Datar di sini,” ujar Eka Putra di hadapan ratusan perantau.

Malam itu bukan sekadar seremoni pengukuhan. Bagi Eka, itu adalah penanda bahwa Tanah Datar tidak pernah benar-benar ditinggalkan. Sekitar 150 ribu orang Tanah Datar, kata dia, kini hidup di rantau. Dan Tanjung Pinang menjadi salah satu simpulnya yang paling solid.

Karena itu, pesannya lugas. Ia meminta IKTD jangan menjadi organisasi elite.

“Kita di perantauan adalah satu kesatuan di bawah naungan IKTD. Rangkul semua warga kita, baik dari kalangan bawah, menengah maupun atas. Mari saling membantu dan saling mendukung,” kata Eka.

Titip Warga di Kota Gurindam

Di hadapan Wali Kota Tanjung Pinang H. Lis Darmansyah, Wakil Wali Kota H. Raja Ariza, dan jajaran Forkopimda, Eka menitipkan warganya. Titipan seorang kepala daerah kepada kepala daerah lain, tentang nasib orang-orangnya di tanah orang.

“Kepada Pak Wali Kota, kami titip warga kami yang ada di sini. Yang masih menganggur mudah-mudahan bisa mendapatkan pekerjaan, dan yang sudah menjadi pegawai bisa diberikan kesempatan untuk mengembangkan karier,” ucapnya.

Eka menegaskan, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar siap mendukung pembangunan Tanjung Pinang. Hubungan kampung dan rantau, bagi dia, adalah hubungan timbal balik.

Ia juga membawa kabar dari kampung halaman. Tanah Datar yang beberapa waktu lalu dihantam banjir bandang dan longsor, kini mulai bangkit.

“Kami mengabarkan, di kampung halaman Alhamdulillah kondisi sudah membaik pascabencana alam. Sekarang semuanya sudah dalam proses recovery,” ujarnya.

Kepada pengurus baru, ia berpesan tentang sabar. Organisasi sosial, kata Eka, akan selalu diiringi saran, masukan, bahkan kritik.

Ia juga mengapresiasi sebuah cita-cita besar yang disuarakan perantau malam itu: membangun Rumah Gadang Tanah Datar di Tanjung Pinang. Bukan sekadar bangunan kayu berukir, melainkan penanda identitas.

Jangan Hanya Ramai Saat Pelantikan

Wali Kota Tanjung Pinang Lis Darmansyah menyambut titipan itu. Namun ia juga memberi catatan keras kepada IKTD.

Menurut Lis, pengukuhan pengurus bukan seremoni, melainkan penyerahan amanah.

“Organisasi bukan tempat untuk meninggikan diri, melainkan ruang untuk memperbesar perhatian, khususnya kepada saudara-saudara keluarga besar Tanah Datar yang ada di perantauan,” kata Lis.

Ia mengingatkan filosofi Minang yang hidup di tanah Melayu: dima bumi dipijak, di sinan langik dijunjuang. Hormati adat setempat, tanpa kehilangan akar.

“Jangan sampai setelah pelantikan yang aktif hanya ketua, sekretaris dan bendahara. Jangan pula organisasi hanya ramai di pelantikan, tetapi sepi dalam perhatian,” tegasnya.

Lis menitipkan lima pesan: jaga kekompakan dan nama baik, rangkul seluruh anggota, perkuat kegiatan sosial dan ekonomi, bina generasi muda, dan bangun sinergi dengan pemerintah.

“Jadikan IKTD sebagai rumah kita dan rumah para perantau. Rumah tempat orang berkumpul, yang tua memberikan petuah, yang muda memperoleh bimbingan, yang susah mendapatkan pertolongan dan yang berhasil ikut membantu saudaranya,” ujarnya.

Rumah Gadang untuk Anak Kemenakan

Pesan itu diamini Ketua DPD IKTD Kota Tanjung Pinang yang baru dikukuhkan. Baginya, IKTD bukan milik ketua.

“IKTD bukan milik ketua seorang, tetapi milik kita bersama. Karena itu, saya mengajak seluruh keluarga asal Tanah Datar yang ada di Kota Tanjung Pinang ini untuk selalu menjaga kekompakan dan saling mendukung, baik dalam suka maupun duka,” katanya.

Cita-cita Rumah Gadang itu ia ulang kembali. Kekhawatirannya konkret: banyak anak kemenakan yang lahir di Tanjung Pinang tidak lagi mengenal adat Minangkabau.

“Kami merasa banyak generasi muda yang lahir di perantauan belum begitu memahami adat dan budaya Minangkabau. Karena itu, kami berharap rumah gadang ini nantinya dapat menjadi tempat belajar dan mengenalkan kembali adat budaya kita,” ujarnya.

“Dengan kekompakan dan persatuan kita, mudah-mudahan cita-cita ini bisa menjadi kenyataan. Yang terpenting, anak kemenakan kita ke depan tidak lupa dengan adat dan budaya kita sebagai orang Minangkabau.”

Malam itu, selain pengurus IKTD Kota Tanjung Pinang, turut dikukuhkan pula pengurus Gema IKTD dan Limpapeh Rumah Nan Gadang Kota Tanjung Pinang.

Hadir dalam pengukuhan tersebut Ketua TP PKK Tanah Datar Ny. Lise Eka Putra, Gubernur Kepri periode 2016-2019 H. Nurdin Basirun, Dewan Penasehat DPP IKTD Marsma TNI Novla Mirsyah, Ketua Umum DPP IKTD H. Yuherman, Danlanud RHF Kolonel Pnb Agus Rohimat, Dirut Operasional PT Bank Nagari Zilfra Efrizon, anggota DPRD dan Forkopimda Tanjung Pinang. (Ris1)

Exit mobile version