“Training Camp ini bukan hanya soal latihan teknik, tetapi juga membangun mental, disiplin, dan kesiapan atlet untuk masuk ke ekosistem pertandingan yang lebih terarah,” ujar Deri Asta saat penutupan kegiatan.
PAYAKUMBUH,Targetonlinenews.com– Ketua Komisi Horseback Archery & Tent Pegging Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP PORDASI), Deri Asta, secara resmi menutup Training Camp Horseback Archery Batch #1 yang diselenggarakan pada 20–27 Juni 2026 di Al Huffazh Sport Center, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat.
Program pembinaan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Komisi Horseback Archery & Tent Pegging PP PORDASI dengan Komunitas Panahan Berkuda Indonesia (KPBI) sebagai upaya memperkuat pembinaan atlet muda cabang olahraga Horseback Archery, khususnya di wilayah Sumatera.
Sebanyak 20 atlet muda dari berbagai kota di Pulau Sumatera mengikuti pelatihan intensif selama sepekan. Para peserta dibimbing langsung oleh Hardika, pelatih Horseback Archery yang telah mengantongi sertifikasi internasional.
Selain mendapatkan materi teknik berkuda dan memanah, para atlet juga dibekali pembinaan fisik, mental, disiplin, serta pemahaman mengenai standar kompetisi yang berlaku di tingkat nasional maupun internasional.
Kegiatan ini juga telah memperoleh akreditasi resmi dari Komisi Horseback Archery & Tent Pegging PP PORDASI. Seluruh peserta yang menyelesaikan program pelatihan menerima sertifikat resmi PP PORDASI sebagai bentuk pengakuan atas partisipasi dan keberhasilan mengikuti program pembinaan tersebut.
Ketua Komisi Horseback Archery & Tent Pegging PP PORDASI, Deri Asta, mengatakan bahwa Training Camp Batch #1 menjadi langkah strategis dalam membangun sistem pembinaan atlet usia muda yang lebih terarah dan berkelanjutan.
“Training Camp ini bukan hanya soal latihan teknik, tetapi juga membangun mental, disiplin, dan kesiapan atlet untuk masuk ke ekosistem pertandingan yang lebih terarah,” ujar Deri Asta saat penutupan kegiatan.
Ia menjelaskan, pelaksanaan pelatihan tahun ini telah mengacu pada Peraturan Organisasi Nomor 13 PP PORDASI yang terbaru. Regulasi tersebut disusun selaras dengan nomor-nomor pertandingan resmi yang dipertandingkan dalam kejuaraan nasional maupun internasional, sehingga proses pembinaan dapat berjalan sesuai standar kompetisi.
Menurut Deri Asta, penerapan regulasi terbaru menjadi fondasi penting agar pembinaan atlet Horseback Archery di Indonesia memiliki arah yang jelas, mulai dari tahap pelatihan hingga jenjang kompetisi.
Melalui sinergi antara PP PORDASI dan KPBI, diharapkan pembinaan Horseback Archery dapat berkembang lebih merata di berbagai daerah, melahirkan atlet-atlet muda yang memiliki kualitas teknik, mental bertanding, dan daya saing tinggi.
Kolaborasi tersebut juga diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia dalam cabang olahraga Horseback Archery dengan mencetak atlet yang siap mengharumkan nama daerah maupun bangsa pada berbagai kejuaraan nasional hingga tingkat internasional. (Ris1)
















Komentar