Site icon TARGET Online News

FKPQ Sawahlunto Resmi Dipimpin Elmeri, Kemenag Targetkan Tak Ada Lagi Anak yang Buta Baca Al-Qur’an

Pembentukan FKPQ menjadi langkah strategis Kemenag untuk memperkuat koordinasi seluruh lembaga pendidikan Al-Qur’an di Kota Sawahlunto, mulai dari Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), Rumah Tahfidz Qur’an (RTQ), Ta’limul Qur’an lil Aulad (TQA), PAUDQu, hingga pesantren tahfiz.

 

Sawahlunto, Targetonlinenews.com – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Sawahlunto resmi membentuk kepengurusan Forum Komunikasi Pendidikan Al-Qur’an (FKPQ) untuk pertama kalinya. Dalam pemilihan yang digelar secara formatur pada Senin (20/7/26), Elmeri terpilih sebagai Ketua FKPQ Kota Sawahlunto periode 2026–2031.

Pembentukan FKPQ menjadi langkah strategis Kemenag untuk memperkuat koordinasi seluruh lembaga pendidikan Al-Qur’an di Kota Sawahlunto, mulai dari Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), Rumah Tahfidz Qur’an (RTQ), Ta’limul Qur’an lil Aulad (TQA), PAUDQu, hingga pesantren tahfiz.

Elmeri yang sehari-hari merupakan ustaz di TPQ Al-Falah Muarokalaban sekaligus guru di SMKN 2 Sawahlunto, dipercaya memimpin organisasi tersebut selama lima tahun ke depan.

Pendidikan Al-Qur’an Dinilai Menjadi Fondasi Karakter Generasi

Kepala Kantor Kemenag Kota Sawahlunto, Dr. H. Zulkifli, S.Ag., M.M., mengatakan pembentukan FKPQ bukan sekadar membentuk organisasi baru, tetapi menjadi bagian dari penguatan pendidikan karakter melalui pembelajaran Al-Qur’an di tengah tantangan moral dan perkembangan zaman.

Menurutnya, pendidikan Al-Qur’an harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya mahir membaca kitab suci, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan keterampilan sosial.

“Tuntutan kami kepada guru mengaji adalah memastikan anak pandai membaca Al-Qur’an, bisa beribadah seperti salat, memiliki karakter yang baik, serta menguasai kemampuan public speaking,” ujar Zulkifli.

Ia menegaskan bahwa kompetensi guru TPQ juga harus terus ditingkatkan agar mampu menjadi motor penggerak kegiatan keagamaan di lingkungan masyarakat.

Kemenag Petakan Siswa yang Belum Lancar Membaca Al-Qur’an

Dalam kesempatan tersebut, Zulkifli mengungkapkan bahwa Kemenag Kota Sawahlunto melalui Seksi Pendidikan Agama Islam tengah melakukan pemetaan terhadap peserta didik baru di sekolah umum yang belum lancar membaca Al-Qur’an.

Data tersebut akan menjadi dasar penyusunan program pembinaan yang lebih terarah dan terukur.

“Harapan kita sederhana, tidak ada lagi anak-anak Sawahlunto yang tidak bisa membaca Al-Qur’an,” katanya.

Ia menilai langkah tersebut penting agar intervensi pendidikan keagamaan dapat dilakukan secara tepat sasaran sesuai kebutuhan peserta didik.

Dorong Pembelajaran Berlanjut hingga Tingkat Remaja

Selain pembinaan di tingkat TPQ, Kemenag juga mendorong penguatan pendidikan Al-Qur’an bagi pelajar tingkat SMP dan SMA melalui Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustha (MDTW) maupun Ta’limul Qur’an lil Aulad (TQA).

Untuk mendukung program tersebut, Zulkifli berharap Pemerintah Kota Sawahlunto dapat mengeluarkan kebijakan yang mendorong desa dan kelurahan membentuk wadah pendidikan Al-Qur’an di wilayah masing-masing.

“Kami berharap pemerintah daerah menurunkan surat ke desa atau kelurahan agar pembentukan wadah tersebut dapat berjalan. Ini penting agar pendidikan Al-Qur’an di Sawahlunto tidak terputus,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan pendidikan Al-Qur’an secara berjenjang juga diyakini akan meningkatkan kualitas pembinaan tilawah dan hafalan, sehingga berdampak positif terhadap prestasi daerah pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) di masa mendatang.

FKPQ Jadi Mitra Strategis Pemerintah

Mewakili Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Sawahlunto, Didi Ifwandi mengatakan pembangunan daerah tidak cukup hanya berorientasi pada pembangunan fisik.

Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia juga harus diperkuat melalui pendidikan mental dan spiritual.

“FKPQ akan menjadi jembatan komunikasi yang vital antara guru TPQ, lembaga keagamaan, dan pemerintah daerah. Melalui forum ini, tata kelola lembaga dapat ditingkatkan, pemetaan data menjadi lebih akurat, dan penyaluran bantuan pemerintah bisa lebih tepat sasaran,” jelasnya.

Satukan Seluruh Lembaga Pendidikan Al-Qur’an

Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Kota Sawahlunto, Zulfahmi, menjelaskan bahwa FKPQ dibentuk sebagai organisasi yang menaungi seluruh aktivitas pendidikan Al-Qur’an di Kota Sawahlunto.

Ia menjelaskan, lembaga yang berada di bawah koordinasi FKPQ meliputi TPQ, Rumah Tahfidz Qur’an, TQA, PAUDQu, hingga pesantren tahfiz. Adapun Madrasah Diniyah Takmiliyah tetap berada dalam naungan Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT).

“Keberadaan FKPQ merupakan upaya agar seluruh lembaga pendidikan Al-Qur’an berjalan secara lebih terstruktur, terarah, dan memiliki koordinasi yang kuat sebagaimana FKDT selama ini,” terang Zulfahmi.

Dengan terbentuknya kepengurusan perdana FKPQ dan terpilihnya Elmeri sebagai ketua, Kemenag Kota Sawahlunto berharap sinergi antara pemerintah, guru TPQ, lembaga pendidikan Al-Qur’an, dan masyarakat semakin kuat. Langkah ini diharapkan menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi Qurani yang berkarakter, berakhlak mulia, sekaligus mampu menjawab tantangan kehidupan modern. (Ris1)

Exit mobile version