Site icon TARGET Online News

Kakankemenag Sawahlunto Tekankan Empat Bekal Generasi Berkualitas: Iman, Ilmu, Akhlak, dan Public Speaking

Di hadapan para peserta dan guru pendamping, Zulkifli mengapresiasi penampilan seluruh peserta yang dinilai menunjukkan kualitas dan kemampuan yang membanggakan. Menurutnya, kemampuan para peserta membuat dewan juri menghadapi tantangan dalam menentukan pemenang.

 

Sawahlunto,Targetonlinenews.com – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kota Sawahlunto, Dr. H. Zulkifli, S.Ag., M.M., yang juga Dosen STAIN Sokik, menekankan pentingnya empat bekal utama dalam membentuk generasi yang unggul, yakni iman, ilmu pengetahuan, akhlak mulia, dan kemampuan public speaking. Pesan itu disampaikan saat memberikan motivasi kepada peserta sebelum pengumuman pemenang Lomba Pidato tingkat SMP/MTs dalam rangka Semarak Islami HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Selasa (4/8/2026).

 

Di hadapan para peserta dan guru pendamping, Zulkifli mengapresiasi penampilan seluruh peserta yang dinilai menunjukkan kualitas dan kemampuan yang membanggakan. Menurutnya, kemampuan para peserta membuat dewan juri menghadapi tantangan dalam menentukan pemenang.

 

“Kami melihat penampilan anak-anak sangat luar biasa. Banyak yang tampil hebat sehingga juri cukup sulit memberikan penilaian,” ujarnya.

 

Dalam arahannya, Zulkifli menjelaskan bahwa bekal pertama yang harus dimiliki setiap generasi muda adalah pondasi iman, akidah, dan tauhid yang kuat. Menurutnya, nilai-nilai keimanan menjadi pegangan hidup agar seseorang tidak mudah terpengaruh oleh berbagai tantangan dan perubahan zaman.

 

Bekal kedua adalah ilmu pengetahuan. Ia menegaskan bahwa keimanan harus berjalan seiring dengan semangat belajar agar lahir generasi yang cerdas, inovatif, dan mampu memberi manfaat bagi masyarakat.

 

“Penampilan hari ini menunjukkan anak-anak sudah memiliki bekal ilmu. Tinggal bagaimana terus diasah dan dikembangkan,” katanya.

 

Selanjutnya, Zulkifli menyoroti pentingnya akhlak atau budi pekerti sebagai bekal ketiga. Ia menilai kecerdasan intelektual akan semakin bernilai apabila dibarengi dengan sikap santun, jujur, dan berkarakter dalam kehidupan sehari-hari.

 

Bekal keempat yang tak kalah penting, menurutnya, adalah kemampuan berbicara di depan umum atau public speaking. Keterampilan tersebut dinilai menjadi modal penting bagi generasi muda untuk menyampaikan gagasan, memimpin, serta berkomunikasi secara efektif.

 

“Kalau masih grogi itu hal yang biasa. Semua adalah bagian dari proses belajar,” ujarnya memberi semangat kepada para peserta.

 

Zulkifli juga mengingatkan seluruh peserta agar tidak berkecil hati apabila belum berhasil meraih juara. Menurutnya, setiap kompetisi merupakan sarana belajar untuk meningkatkan kemampuan dan membangun mental yang tangguh.

 

“Dalam perlombaan tentu ada yang menang dan ada yang belum. Bagi yang meraih juara kami ucapkan selamat, sedangkan yang belum berhasil anggaplah ini sebagai keberhasilan yang tertunda,” pesannya.

 

Pada lomba tersebut, kategori putra menempatkan SMP Negeri 2 Sawahlunto sebagai Juara I, disusul MTsS Lunto sebagai Juara II dan MTsN 1 Sawahlunto sebagai Juara III. Sementara kategori putri, Juara I diraih SMP Negeri 5 Sawahlunto, Juara II SMP Negeri 3 Sawahlunto, dan Juara III MTsN 2 Sawahlunto.

 

Guru pendamping SMP Negeri 2 Sawahlunto, Alhusna, mengapresiasi penyelenggaraan lomba pidato oleh Kementerian Agama Kota Sawahlunto. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi media efektif untuk melatih keberanian, kemampuan komunikasi, dan rasa percaya diri peserta didik.

 

Ia menilai kegiatan serupa perlu terus dilaksanakan secara rutin, terutama di tengah tantangan era digital yang ditandai tingginya penggunaan gawai di kalangan anak-anak. Melalui kompetisi positif seperti lomba pidato, siswa memiliki ruang untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, sekaligus membentuk karakter yang kuat.

 

Lomba pidato dalam rangka Semarak Islami HUT ke-81 Kemerdekaan RI ini menjadi bagian dari komitmen Kementerian Agama Kota Sawahlunto dalam membina generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter religius, akhlak mulia, serta keterampilan komunikasi yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan masa depan. (Ris1)

Exit mobile version