Site icon TARGET Online News

Kapolda Baru Sumbar Tegas ke Anggota: “Jangan Main Keras”, Irjen Djati Minta Polisi Kedepankan Sikap Humanis

“Tugas kita sebagai Polri adalah melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat. Layani mereka, tidak perlu kita terpengaruh atau terprovokasi dengan apa yang diucapkannya,” tegas Irjen Djati.

 

PADANG ,Targetonlinenews.com – Kapolda Sumatera Barat (Sumbar) Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy menyampaikan pesan tegas kepada seluruh personel Polri di wilayah hukumnya agar tidak menggunakan pendekatan kekerasan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. Sebaliknya, ia meminta seluruh jajaran mengedepankan sikap humanis, persuasif, serta memberikan keteladanan dalam setiap pelaksanaan tugas.

Pesan tersebut disampaikan Irjen Djati saat memimpin apel perdana di Halaman Mapolda Sumbar, Senin (13/7/2026), setelah resmi menjabat sebagai Kapolda Sumbar menggantikan Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta melalui serah terima jabatan pada 4 Juli 2026.

Apel perdana itu diikuti seluruh Pejabat Utama (PJU), perwira menengah (Pamen), perwira pertama (Pama), brigadir, tamtama, hingga Pegawai Negeri Sipil (PNS) Polri di lingkungan Polda Sumbar.

Momentum tersebut menjadi kesempatan pertama bagi Irjen Djati untuk menyampaikan arah kepemimpinan dan komitmennya dalam membangun institusi Polri yang semakin profesional dan dekat dengan masyarakat Sumatera Barat.

Dalam amanatnya, Irjen Djati secara khusus mengingatkan personel agar tidak terpancing emosi ataupun provokasi ketika menghadapi masyarakat.

“Tugas kita sebagai Polri adalah melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat. Layani mereka, tidak perlu kita terpengaruh atau terprovokasi dengan apa yang diucapkannya,” tegas Irjen Djati.

Ia menilai pendekatan humanis jauh lebih efektif dibandingkan penggunaan kekerasan, terutama mengingat karakter masyarakat Minangkabau yang dikenal memiliki pendirian kuat serta budaya berdialog dalam menyampaikan pendapat.

Karena itu, ia meminta seluruh personel mengedepankan komunikasi yang baik, kesabaran, serta pelayanan yang mengayomi dalam setiap interaksi dengan masyarakat.

Menurut mantan Kapolda Kalimantan Utara yang menjabat pada 2025 hingga Mei 2026 itu, keberhasilan kepolisian tidak hanya diukur dari penegakan hukum, tetapi juga dari tingkat kepercayaan publik yang dibangun melalui perilaku sehari-hari anggota di lapangan.

Irjen Djati juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang memberi contoh, bukan sekadar memberikan instruksi.

“Seorang pimpinan harus memberikan teladan kepada anak buahnya. Kepercayaan masyarakat dibangun bukan hanya melalui ucapan, tetapi melalui sikap, tindakan, dan pengabdian yang konsisten setiap hari,” ujarnya.

Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa budaya kerja di lingkungan Polda Sumbar diarahkan pada pelayanan yang profesional, berintegritas, serta menghormati hak-hak masyarakat dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian.

Di penghujung amanatnya, Irjen Djati mengajak seluruh personel menjaga persatuan dan soliditas organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan dan ketertiban masyarakat yang semakin dinamis.

“Saya minta semua personel menjaga soliditas, kekompakan, dan bersatu,” tegasnya.,

Arahan Kapolda pada apel perdana ini dinilai menjadi sinyal kuat mengenai arah kepemimpinan Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy di Polda Sumbar, yakni memperkuat profesionalisme kepolisian melalui pendekatan yang humanis, pelayanan yang berorientasi kepada masyarakat, serta keteladanan sebagai fondasi utama membangun kepercayaan publik. Dengan pendekatan tersebut, Polda Sumbar diharapkan mampu menciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif sekaligus mempererat hubungan kemitraan antara Polri dan masyarakat di Ranah Minang. (Ris1)

Exit mobile version