Gagasan itu disampaikan Ketua TP PKK Kabupaten Tanah Datar Lise Vebrina saat berdiskusi bersama Ruangguru mengenai rencana program literasi AI bagi pelaku UMKM dan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) di Kabupaten Tanah Datar
BATUSANGKAR, Targetonlinenews.com — Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang begitu cepat mendorong masyarakat untuk tidak sekadar menjadi penonton. Teknologi tersebut perlu dipahami dan dimanfaatkan secara tepat agar mampu membuka peluang baru, termasuk bagi pelaku UMKM dan penggerak pariwisata.
Gagasan itu disampaikan Ketua TP PKK Kabupaten Tanah Datar Lise Vebrina saat berdiskusi bersama Ruangguru mengenai rencana program literasi AI bagi pelaku UMKM dan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) di Kabupaten Tanah Datar, Sabtu (8/8/2026).
Lise menilai literasi AI penting untuk memastikan masyarakat mampu mengikuti perubahan teknologi sekaligus mengambil manfaatnya secara produktif.
“Di tengah perkembangan teknologi yang begitu cepat, kita tidak boleh hanya menjadi penonton. Kita perlu terus belajar, membuka diri, dan mempersiapkan masyarakat agar mampu mengambil manfaat dari setiap perubahan,” kata Lise.
Menurut dia, program tersebut tidak semata-mata bertujuan mengenalkan teknologi baru. Masyarakat perlu dibekali pemahaman mengenai penggunaan AI yang cerdas, bijak, aman, dan produktif.
Bagi pelaku UMKM, AI dapat dimanfaatkan untuk mendukung promosi usaha, menggali ide dan kreativitas, menyusun materi pemasaran hingga memperluas jangkauan informasi mengenai produk lokal. Sementara bagi Pokdarwis, teknologi ini dapat membantu pengembangan konten, promosi destinasi serta memperkenalkan potensi wisata Tanah Datar kepada khalayak yang lebih luas.
“Harapannya, literasi AI ini bukan sekadar mengenalkan teknologi baru. Lebih dari itu, masyarakat dapat memahami bagaimana menggunakan AI dengan cerdas, bijak, aman, dan produktif untuk membantu promosi usaha, menggali kreativitas, meningkatkan pelayanan, serta memperkenalkan potensi wisata Tanah Datar kepada dunia yang lebih luas,” ujarnya.
Lise mengapresiasi kepedulian dan dukungan Ruangguru melalui program sosialnya. Ia menilai kolaborasi lintas pihak menjadi penting, terutama di tengah keterbatasan anggaran pemerintah daerah.
“Kami sangat mengapresiasi kepedulian dan dukungan Ruangguru melalui program sosialnya. Di tengah keterbatasan anggaran daerah, kolaborasi seperti inilah yang menjadi kekuatan,” katanya.
Menurut Lise, pembangunan daerah tidak selalu harus dimulai dengan anggaran besar. Akses terhadap ilmu pengetahuan, kesempatan belajar dan kemauan untuk bertumbuh bersama juga merupakan modal penting.
“Karena membangun daerah tidak selalu harus dimulai dengan anggaran yang besar; terkadang ia dimulai dari akses terhadap ilmu, kesempatan, dan kemauan untuk bertumbuh bersama,” tutur Lise.
Ia menegaskan teknologi akan terus berubah. Karena itu, kemampuan masyarakat untuk terus belajar menjadi kunci agar tidak tertinggal.
“Teknologi akan terus berubah. Namun satu hal yang tidak boleh berubah adalah kemauan kita untuk belajar. Karena ketika manusianya terus bertumbuh, insyaAllah daerahnya pun akan ikut maju,” ujar Lise.
Ia berharap kolaborasi bersama Ruangguru tersebut menjadi langkah awal lahirnya lebih banyak kesempatan bagi masyarakat Tanah Datar untuk meningkatkan kapasitas dan memanfaatkan teknologi sebagai sarana pengembangan ekonomi serta promosi potensi daerah.
“Terima kasih Ruangguru atas perhatian dan kolaborasinya untuk masyarakat Tanah Datar. Semoga langkah kecil ini menjadi jalan bagi lahirnya banyak kesempatan besar,” katanya. (Ris1)

