Site icon TARGET Online News

Lise Vebrina Dorong UMKM Tanah Datar Adaptif terhadap AI: Usaha Boleh Kecil, Mimpi Harus Terus Bertumbuh

Jangan pernah merasa terlalu kecil untuk belajar sesuatu yang besar. Karena usaha boleh dimulai dari kecil, tetapi mimpi dan ikhtiarnya harus terus bertumbuh,” ujar Lise

 

Tanah Datar—Targetonlinenews.com: Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dituntut tidak hanya mampu mempertahankan usaha, tetapi juga terus beradaptasi dengan perubahan teknologi. Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dinilai dapat menjadi salah satu sarana untuk memperkuat kemampuan pelaku UMKM menghadapi perubahan pola bisnis dan pemasaran.

Pesan tersebut disampaikan Ketua Dekranasda, Lise Vebrina saat memberikan motivasi kepada para pelaku UMKM Tanah Datar dalam kegiatan berbagi pengetahuan bersama Ruangguru, Sabtu (19/9/26) Ia menekankan bahwa menjadi pelaku UMKM membutuhkan kemauan untuk terus belajar seiring perubahan cara masyarakat mencari, memilih, membeli, dan mempromosikan produk.

“Pejuang UMKM adalah mereka yang tidak berhenti berjuang, sekaligus tidak berhenti belajar,” ujar Lise.

Menurutnya, perkembangan dunia usaha berlangsung semakin cepat. Perubahan tersebut terlihat dari pola konsumen yang semakin banyak memanfaatkan platform digital untuk menemukan informasi produk hingga melakukan transaksi.

Karena itu, kata Lise, pelaku UMKM perlu memiliki keberanian untuk mengikuti perubahan tanpa harus meninggalkan cara-cara usaha yang selama ini sudah berjalan baik.

“Belajar AI bukan berarti meninggalkan cara lama yang sudah baik, tetapi menambah kemampuan baru agar perjuangan kita tidak tertinggal oleh zaman,” katanya.

Lise menyebut teknologi AI dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan sederhana yang relevan dengan aktivitas UMKM. Mulai dari mencari ide usaha dan konten, membantu menyusun materi promosi, membaca peluang pasar, hingga memperluas jangkauan pemasaran.

Namun, ia mengingatkan bahwa teknologi tidak boleh ditempatkan sebagai pengganti peran manusia. AI, menurutnya, tetap merupakan alat yang manfaatnya sangat bergantung pada kemauan penggunanya untuk belajar dan mengembangkan kemampuan.

“AI bisa membantu kita menemukan ide, memperbaiki promosi, membuat konten, membaca peluang, hingga membuka pasar yang lebih luas. Namun teknologi tetaplah alat—yang menentukan adalah kemauan manusianya untuk belajar, mencoba, dan terus bertumbuh,” ujar Lise.

Pesan tersebut menjadi relevan di tengah semakin kuatnya transformasi digital sektor UMKM. Kemampuan memanfaatkan teknologi bukan semata persoalan memiliki perangkat digital, tetapi juga menyangkut literasi, kreativitas, kemampuan membaca kebutuhan konsumen, serta konsistensi dalam mengembangkan produk.

Dalam kesempatan itu, Lise juga menyampaikan apresiasi kepada Ruangguru yang telah berbagi pengetahuan dengan pelaku UMKM di Tanah Datar.

“Terima kasih Ruangguru telah berbagi ilmu bersama para pelaku UMKM Tanah Datar,” katanya.

Ia kemudian mengajak pelaku UMKM untuk tidak membatasi diri dalam proses belajar hanya karena skala usaha yang masih kecil. Menurutnya, keterbatasan skala usaha seharusnya tidak menjadi alasan untuk berhenti meningkatkan kapasitas.

“Jangan pernah merasa terlalu kecil untuk belajar sesuatu yang besar. Karena usaha boleh dimulai dari kecil, tetapi mimpi dan ikhtiarnya harus terus bertumbuh,” ujar Lise.

Dorongan tersebut menempatkan pembelajaran teknologi sebagai bagian dari proses penguatan kapasitas pelaku UMKM. Tantangannya bukan sekadar seberapa cepat UMKM menggunakan AI, tetapi bagaimana teknologi tersebut benar-benar digunakan secara produktif, sesuai kebutuhan usaha, dan tetap mengandalkan kreativitas serta keputusan manusia.

Bagi UMKM Tanah Datar, pesan itu menjadi pengingat bahwa transformasi digital tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Kemauan untuk belajar, mencoba teknologi baru, dan mengembangkan cara pemasaran dapat menjadi bagian dari proses bertahap agar usaha lokal mampu beradaptasi dengan perubahan pasar. (Ris1) Jangan pernah merasa terlalu kecil untuk belajar sesuatu yang besar. Karena usaha boleh dimulai dari kecil, tetapi mimpi dan ikhtiarnya harus terus bertumbuh,” ujar Lise

Exit mobile version