Site icon TARGET Online News

Pelantikan Bukan Ukuran, PMI Sawahlunto Ditantang Buktikan Kerja Nyata

Rico Alviano menyatakan komitmennya mendukung program PMI Sawahlunto, baik dalam jangka pendek, menengah maupun panjang. Dukungan tersebut diarahkan agar PMI memiliki manfaat yang lebih luas dan tidak hanya hadir ketika masyarakat membutuhkan darah atau saat terjadi keadaan darurat.

 

Sawahlunto—Targetonlinenews.com: Pelantikan pengurus baru Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sawahlunto segera digelar. Namun, bagi kepengurusan yang baru menerima Surat Keputusan (SK) tersebut, seremoni bukanlah garis akhir. Justru setelah struktur organisasi dikukuhkan, pekerjaan kemanusiaan diuji di tengah masyarakat.

Ketua PMI Sawahlunto Andrio An bersama Sekretaris PMI Restu Maulana menemui Ketua Dewan Pembina PMI Sawahlunto, Rico Alviano, untuk membahas agenda dan program strategis organisasi. Rico merupakan Anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dari daerah pemilihan Sumatera Barat I.

Pertemuan itu menghasilkan pembahasan yang lebih luas dari sekadar urusan kepengurusan. Pelayanan kemanusiaan, kesehatan masyarakat, pemberdayaan ekonomi, pertanian dan perkebunan, lingkungan hingga gagasan pengembangan pendidikan ikut menjadi bahan diskusi.

Rico Alviano menyatakan komitmennya mendukung program PMI Sawahlunto, baik dalam jangka pendek, menengah maupun panjang. Dukungan tersebut diarahkan agar PMI memiliki manfaat yang lebih luas dan tidak hanya hadir ketika masyarakat membutuhkan darah atau saat terjadi keadaan darurat.

Bagi Andrio, pesan tersebut sejalan dengan arah kepengurusan baru. Ia ingin momentum pelantikan langsung diikuti kerja sosial yang bisa dirasakan warga.

“Kita berharap pelantikan ini dapat berlangsung dengan baik. Yang paling penting, setelah pelantikan masyarakat bisa merasakan langsung kehadiran PMI. Jangan sampai pelantikan hanya selesai di panggung, tetapi kerja kemanusiaannya justru tidak terdengar,” kata Andrio.

Sejumlah kegiatan pun disiapkan untuk mengiringi pelantikan. PMI merencanakan donor darah massal, bakti sosial berupa konsultasi kesehatan gratis serta bazar sembako murah.

Agenda tersebut menjadi penting karena kerja kemanusiaan tidak cukup diukur dari banyaknya kegiatan yang tercantum dalam kalender organisasi. Donor darah membutuhkan kesinambungan pendonor dan pengelolaan yang baik. Pelayanan kesehatan membutuhkan akses serta tindak lanjut. Bantuan sosial juga perlu menyasar kelompok yang memang membutuhkan.

Karena itu, dukungan Dewan Pembina menjadi salah satu modal bagi PMI Sawahlunto untuk memperluas jangkauan program. Namun, pelaksanaannya tetap membutuhkan perencanaan, koordinasi dan ukuran keberhasilan yang jelas.

Pembicaraan mengenai pertanian, perkebunan, ekonomi dan lingkungan juga membuka ruang bagi PMI untuk mengembangkan kegiatan sosial yang lebih kontekstual dengan kebutuhan daerah. Gagasan tersebut masih berada dalam tahap pembahasan, sehingga bentuk program dan pelaksanaannya masih perlu dirumuskan lebih lanjut.

Pada akhirnya, pelantikan hanya menandai dimulainya sebuah periode kepengurusan. Ukuran berikutnya berada di lapangan: apakah PMI mudah dijangkau ketika warga membutuhkan, apakah kegiatan sosial berlangsung konsisten, dan apakah manfaatnya benar-benar sampai kepada masyarakat.

Di sinilah kepengurusan baru PMI Sawahlunto akan menghadapi pekerjaan sebenarnya. Bukan sekadar mengisi struktur, tetapi membangun kepercayaan melalui kerja kemanusiaan yang terlihat dan dirasakan. (Ris1)

Exit mobile version