Perpisahan Penuh Haru di Kemenag Sawahlunto, Dr. H. Dedi Wandra Kenang Kebersamaan dan Tekankan Lanjutkan Prestasi. “Bapak dan ibu sangat berarti bagi kami. Tanpa kebersamaan ini, banyak hal tidak akan bisa kita capai,” katanya.
SAWAHLUNTO, Targetonlinenews.com – Suasana emosional menyelimuti Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Sawahlunto saat keluarga besar instansi tersebut menggelar acara perpisahan dengan Kepala Kantor Kemenag, Dr. H. Dedi Wandra, M.A, Kamis (30/4/2026). Kegiatan berlangsung hangat dalam nuansa kekeluargaan, diwarnai ungkapan terima kasih, doa, serta harapan untuk keberlanjutan kinerja ke depan.
Mewakili Aparatur Sipil Negara (ASN), Kepala Subbagian Tata Usaha menyampaikan apresiasi atas pembinaan dan kepemimpinan yang telah diberikan selama masa pengabdian Dr. Dedi Wandra di Sawahlunto. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekhilafan selama berinteraksi.
“Kami mengucapkan terima kasih atas arahan dan bimbingan yang telah diberikan. Meski secara kedinasan terjadi perpindahan, silaturahmi akan tetap terjalin,” ujarnya. Ia menambahkan, momen ini diharapkan menjadi penguat solidaritas sekaligus motivasi untuk meningkatkan kualitas kerja.
Rasa haru juga disampaikan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Sawahlunto, Siti Aisyah. Ia menilai kebersamaan yang terbangun selama ini telah melampaui hubungan formal dan tumbuh menjadi ikatan kekeluargaan yang erat.
“Kami berharap jarak tidak memutus tali silaturahmi. Kebersamaan ini sudah seperti keluarga,” ungkapnya.
Dalam sambutannya, Dr. H. Dedi Wandra mengapresiasi sinergi seluruh jajaran Kemenag Sawahlunto yang dinilainya telah berkontribusi besar dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa capaian yang diraih merupakan hasil kerja kolektif.
“Bapak dan ibu sangat berarti bagi kami. Tanpa kebersamaan ini, banyak hal tidak akan bisa kita capai,” katanya.
Dengan nada suara bergetar, ia mengakui beratnya meninggalkan Sawahlunto yang disebutnya sebagai kota kecil dengan capaian besar, termasuk berbagai prestasi hingga tingkat nasional. Ia berpesan agar program-program yang telah berjalan dapat terus dilanjutkan dan ditingkatkan.
“Pertahankan yang sudah baik, dan dorong lebih jauh hingga ke level internasional,” pesannya.
Sebagai penutup, ia menyampaikan pantun perpisahan yang mencerminkan kedekatan emosional dengan seluruh jajaran:
Ke Pekanbaru bulan Ramadhan,
Ke Pekanbaru lewat Rengat,
Berpisah jauh bercerai badan,
Bapak dan ibu semua akan tetap kami ingat.
Ia juga mengingatkan bahwa dinamika perpindahan tugas merupakan bagian dari perjalanan seorang ASN. Menurutnya, yang terpenting adalah kesiapan untuk beradaptasi serta menjaga nilai-nilai positif yang telah dibangun.
“Kalau bukan karena tugas, berat rasanya berpisah. Namun ini adalah bagian dari pengabdian,” tutupnya.
Acara ditutup dengan pemberian kenang-kenangan dan sesi foto bersama, sebagai simbol kebersamaan yang tetap terjaga meski terpisah jarak. (Ris1)

