Secara historis, Sawahlunto bahkan pernah mencatatkan prestasi nasional dengan menjadi kota dengan angka kemiskinan terendah di Indonesia pada tahun 2021 (2,38 persen) dan 2023 (2,27 persen). Pada 2024, posisinya sedikit bergeser, namun tetap berada di jajaran teratas nasional.
SAWAHLUNTO, Targetonlinenews.com – Angka kemiskinan di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, menunjukkan dinamika namun tetap berada pada level sangat rendah. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin tercatat sebesar 2,72 persen pada Maret 2025, menjadikannya salah satu yang terendah di Provinsi Sumatera Barat.
Meski sempat mengalami kenaikan tipis pada akhir 2024 di angka 2,33 persen dari sebelumnya 2,27 persen, tren jangka panjang menunjukkan kondisi kemiskinan di kota ini relatif terkendali dan stabil dibandingkan daerah lain.
Secara historis, Sawahlunto bahkan pernah mencatatkan prestasi nasional dengan menjadi kota dengan angka kemiskinan terendah di Indonesia pada tahun 2021 (2,38 persen) dan 2023 (2,27 persen). Pada 2024, posisinya sedikit bergeser, namun tetap berada di jajaran teratas nasional.
Kepala BPS Kota Sawahlunto, Arieswaty menegaskan bahwa perubahan angka kemiskinan yang terjadi masih dalam batas wajar dan tidak mengganggu tren positif yang telah terbangun sejak tahun 2021
“Secara statistik, fluktuasi kecil seperti dari 2,27 persen ke 2,72 persen masih tergolong stabil. Yang penting adalah tren jangka panjangnya tetap terkendali dan Sawahlunto masih berada di bawah rata-rata provinsi maupun nasional,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa indikator kemiskinan tidak hanya dipengaruhi oleh pendapatan, tetapi juga faktor lain seperti inflasi, daya beli masyarakat, serta akses terhadap layanan dasar.
“Keberhasilan Sawahlunto menjaga angka kemiskinan rendah tidak lepas dari peningkatan kualitas hidup masyarakat yang tercermin dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang sudah mencapai 76,68,” tambahnya.
Sejumlah faktor dinilai menjadi kunci keberhasilan Sawahlunto dalam menekan angka kemiskinan. Di antaranya adalah pengembangan sektor pariwisata berbasis warisan dunia UNESCO, yang menciptakan efek berganda terhadap ekonomi lokal.
Selain itu, karakteristik kota dengan kepadatan penduduk terendah di Sumatera Barat turut memberikan kontribusi terhadap distribusi kesejahteraan yang lebih merata.
Kondisi sosial masyarakat yang relatif aman, nyaman, dan toleran juga memperkuat daya tarik Sawahlunto sebagai kota dengan kualitas hidup yang baik, bahkan sering disebut cocok untuk konsep slow living.
Pemerintah Kota Sawahlunto terus menggencarkan berbagai program untuk menekan angka kemiskinan, salah satunya melalui inovasi di sektor jaminan sosial terintegrasi serta penguatan ekonomi masyarakat berbasis lokal.
Upaya ini diarahkan untuk memastikan kelompok rentan tetap terlindungi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif.
Dengan capaian yang konsisten rendah dan strategi pembangunan yang terarah, Sawahlunto dinilai memiliki fondasi kuat untuk mempertahankan bahkan menurunkan angka kemiskinan di masa mendatang.
Pencapaian ini menjadi kontras positif di tengah sejumlah daerah lain di Sumatera yang masih menghadapi angka kemiskinan relatif tinggi, menjadikan Sawahlunto sebagai salah satu model pengelolaan pembangunan sosial-ekonomi yang efektif di tingkat nasional. (Ris1)

