oleh

Wali Kota Sawahlunto Tutup Pelatihan Membatik, Borong Karya Perajin Lokal untuk Dorong Pemasaran

Kegiatan tersebut merupakan upaya nyata Pemerintah Kota Sawahlunto bersama Dekranasda dalam memperkuat dan mengembangkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) perajin batik lokal

 

SAWAHLUNTO-Targetonlinenews.com: Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra bersama Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Sawahlunto Ny. Yori Gemitia Riyanda meninjau sekaligus menutup kegiatan Pelatihan Membatik Tahun 2026, Jumat (30/10/2026).

Kegiatan tersebut merupakan upaya nyata Pemerintah Kota Sawahlunto bersama Dekranasda dalam memperkuat dan mengembangkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) perajin batik lokal.

Pelatihan yang berlangsung selama empat hari ini diikuti oleh 20 orang peserta perajin batik. Kegiatan menghadirkan instruktur dari Balai Diklat Industri (BDI) Padang yang juga merupakan praktisi tekstil berpengalaman dalam produksi dan ekspor batik.

Pelatihan ini diselenggarakan melalui kerja sama Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kota Sawahlunto dengan Dekranasda Kota Sawahlunto.

Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan pemasaran nyata, Wali Kota Riyanda dan Ketua Dekranasda memborong sejumlah kain hasil produksi peserta selama pelatihan. Tidak hanya itu, Wali Kota juga mengarahkan seluruh pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemko Sawahlunto untuk memesan dan membeli seluruh kain yang dihasilkan selama pelatihan.

Dalam arahannya, Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra menegaskan agar peserta tidak berhenti berkarya setelah pelatihan usai.

“Kami meminta peserta untuk konsisten melanjutkan produksi setelah pelatihan. Jangan berhenti ketika kegiatan pembinaan berakhir. Teruslah berproduksi, Pemerintah Kota bersama seluruh perangkat daerah siap membantu mengatasi kendala pemasaran maupun pengembangan usaha yang dihadapi perajin,” ujar Riyanda.

Menurutnya, batik memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi kreatif dan identitas wastra Kota Sawahlunto yang merupakan Kota Warisan Dunia.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Sawahlunto Ny. Yori Gemitia Riyanda menyampaikan apresiasi atas kemajuan peserta selama pelatihan. Ia menilai progress dan kualitas karya perajin telah sesuai dengan target yang ditetapkan.

Ia juga menegaskan komitmen Dekranasda dalam mempromosikan wastra lokal.

“Dalam berbagai event, kami selalu memprioritaskan penggunaan kain produksi perajin lokal, baik songket maupun batik. Ini adalah wujud komitmen dan dukungan kami terhadap pemasaran wastra lokal Sawahlunto,” kata Ny. Yori.

Pemko Sawahlunto berharap melalui pelatihan ini, lahir perajin-perajin batik yang mandiri, berdaya saing, dan mampu menembus pasar nasional hingga ekspor, sejalan dengan upaya pelestarian warisan budaya dan penguatan ekonomi kerakyatan. (Ris1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *