Site icon TARGET Online News

Adab Menjaga Lisan dalam Berteman

Berkatalah dengan lembut
Jangan membiasakan berbicara kasar, membentak, atau merendahkan teman.

Oleh ; Rahmadona

🤝 Adab Menjaga Lisan dalam Berteman
1. 🌷 Berkatalah dengan lembut
Jangan membiasakan berbicara kasar, membentak, atau merendahkan teman.

Tegas boleh, tetapi tidak harus kasar.
Contoh:
❌ “Kamu memang tidak bisa diandalkan!”
Lebih baik:
✅ “Mungkin lain kali kita bisa memperbaikinya bersama.”

2. ❤️ Jangan mengejek kekurangan teman
Setiap orang memiliki kekurangan.

Jangan menjadikan fisik, ekonomi, keluarga, pendidikan, pekerjaan, atau kekurangan lainnya sebagai bahan candaan.

Kita mungkin tertawa, tetapi belum tentu orang yang menjadi bahan tertawaan merasa bahagia.

Ingat:
Candaan yang membuat orang lain terluka bukanlah candaan yang baik.

3. 🤫 Jaga rahasia teman
Ketika seseorang bercerita kepada kita, itu bisa menjadi tanda bahwa dia percaya kepada kita.

Jangan menjadikan cerita pribadi teman sebagai bahan obrolan di grup WhatsApp atau media sosial.

Amanah bukan hanya tentang uang. Menjaga rahasia juga merupakan amanah.

4. 🚫 Hindari ghibah
Ghibah adalah membicarakan keburukan seseorang yang apabila ia mendengarnya, ia tidak menyukainya.

Sering kali ghibah dimulai dengan kalimat:

“Saya sebenarnya tidak bermaksud membicarakan dia, tapi…”

Kemudian cerita tentang keburukan orang lain pun berlanjut.

Maka hati-hati.

Jangan menjadikan kelemahan teman sebagai bahan percakapan.

5. ⚠️ Jangan menyebarkan berita yang belum jelas
Di zaman media sosial, sebuah berita bisa menyebar hanya dalam hitungan detik.

Sebelum meneruskan pesan, tanyakan:

Benarkah informasi ini?
Apakah sumbernya jelas?
Apakah menyebarkannya membawa manfaat?

Jangan sampai jari kita menjadi sebab tersebarnya kebohongan.

6. 🌱 Berikan nasihat dengan cara yang baik
Teman yang baik bukan teman yang selalu membenarkan kita.

Teman yang baik berani mengingatkan ketika kita salah.

Tetapi nasihat harus disampaikan dengan cara yang lembut.

Jangan mempermalukan teman di depan banyak orang.

Jika kesalahannya bersifat pribadi, nasihati secara pribadi.

7. 😊 Biasakan mengucapkan kata-kata positif
Sederhana, tetapi sangat berarti:

“Terima kasih.”
“Maaf.”
“Tolong.”
“Semangat.”
“Kamu pasti bisa.”
“Tidak apa-apa, kita coba lagi.”

Kadang-kadang seseorang tidak membutuhkan solusi panjang.

Ia hanya membutuhkan satu kalimat yang membuatnya merasa dihargai.

Sawahlunto, 2 Sept. 2026

Penulis adalah Penyuluh Agama Islam Kemenag Sawahlunto. 

Exit mobile version