Tak tanggung-tanggung, tiga wakil Sawahlunto berhasil menembus babak semifinal dan dua diantaranya saling berhadapan di partai puncak. Piala Bergilir Dandim 0310/SS resmi diboyong ke Kota Sawahlunto setelah Tim Debe 65 keluar sebagai juara.
MUARO SIJUNJUNG-Targetonlinenews.com: Sejarah baru tercipta di dunia olahraga domino Sumatera Barat. Kontingen Kota Arang, ORADO Sawahlunto, membuat kejutan luar biasa dengan menciptakan All Sawahlunto Final pada Turnamen Domino ORADO Dandim Cup I Tahun 2026 yang digelar perdana di Muaro Sijunjung.
Tak tanggung-tanggung, tiga wakil Sawahlunto berhasil menembus babak semifinal dan dua diantaranya saling berhadapan di partai puncak. Piala Bergilir Dandim 0310/SS resmi diboyong ke Kota Sawahlunto setelah Tim Debe 65 keluar sebagai juara.
Pada laga final yang digelar Jumat (9/10/2026) di Muaro Sijunjung, Debe 65 yang diperkuat duet maut Dhirga dan Gio berhasil menaklukkan saudara sekota mereka, Tim Mutiara Hitam yang diperkuat Uncu Rizal dan Weldison, dengan skor dramatis dan super ketat 3-2.
Partai puncak Dandim Cup I seketika berubah menjadi panggung pembuktian gengsi Kota Arang. Sejak awal, final sesama wakil Sawahlunto ini diprediksi berlangsung panas. Benar saja, jual-beli strategi, kejelian membaca kartu lawan, dan ketenangan di momen krusial menjadi kunci.
Debe 65 dan Mutiara Hitam sama-sama tampil ngotot. Skor kejar-kejaran tak terelakkan hingga akhirnya Dhirga/Gio berhasil mengunci kemenangan 3-2 dan memastikan trofi utama menjadi milik Debe 65.
Kemenangan ini membuktikan, domino bukan sekadar permainan keberuntungan. Dibutuhkan ketelitian, kecermatan menghitung peluang, kemampuan menyusun strategi, dan ketenangan mengambil keputusan di bawah tekanan.
“Ini bukan soal hoki. Ini soal proses, mental, dan jam terbang,” ujar salah satu ofisial pertandingan.
Keperkasaan ORADO Sawahlunto tidak berhenti di final. Pada babak semifinal, Sawahlunto bahkan menempatkan tiga wakilnya di empat besar.
Selain Debe 65 dan Mutiara Hitam, Tim Anak Gang yang diperkuat pasangan Benny dan Aldo juga melaju mulus hingga semifinal. Langkah Anak Gang memang harus terhenti setelah ditumbangkan wakil tuan rumah Kabupaten Sijunjung, namun mereka tetap mengukir prestasi dengan finish di peringkat keempat.
Dominasi 3 tim di semifinal ini menjadi sinyal kuat bahwa pembinaan domino di Kota Arang tidak bertumpu pada satu tim bintang saja, melainkan memiliki kedalaman skuad yang merata.
Pelatih ORADO Sawahlunto, Andrio An, mengaku bangga dan bersyukur atas capaian anak asuhnya di turnamen resmi perdana bertajuk Dandim Cup ini.
“Ini patut kita syukuri. Dalam perhelatan pertama turnamen resmi bertajuk Dandim Cup I, ORADO Sawahlunto mampu menjadi jawara sekaligus menempatkan tiga wakil di semifinal. Kita berhasil menyegel gelar juara dan memboyong Piala Bergilir Dandim Cup I ke Kota Arang Sawahlunto,” ungkap Andrio An kepada media.
Menurutnya, kunci sukses Sawahlunto adalah konsistensi pembinaan melalui Liga Series ORADO yang rutin digelar di Kota Sawahlunto.
Liga tersebut menjadi laboratorium bagi para atlet untuk mengasah kemampuan, menguji strategi, membangun mental bertanding, dan beradaptasi dengan atmosfer kompetisi yang sesungguhnya.
“Tidak ada hal instan dalam sebuah prestasi. Tetap ada proses yang harus dilalui. Atlet perlu ruang untuk bertanding, berlatih, mengevaluasi permainan, dan terus memperbaiki kemampuan. Liga Series ORADO menjadi salah satu proses yang mengantarkan mereka sampai pada pencapaian hari ini,” tegasnya.
Dengan kemenangan ini, Piala Bergilir Dandim 0310/SS resmi bersemayam di Kota Arang Sawahlunto selama setahun ke depan.
Turnamen Dandim Cup I 2026 sendiri bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga menjadi momentum silaturahmi antara pegiat domino Kabupaten Sijunjung dan Kota Sawahlunto dalam bingkai sportivitas dan kebersamaan yang diinisiasi Kodim 0310/SS.
Bagi ORADO Sawahlunto, gelar ini menjadi modal berharga untuk terus konsisten dalam pembinaan dan menatap turnamen-turnamen yang lebih besar.
Debe 65 membawa pulang trofi. Mutiara Hitam membuktikan daya saing. Anak Gang ikut mengukuhkan kekuatan Sawahlunto di empat besar. Dari Muaro Sijunjung, pesan yang dibawa pulang jelas: juara tidak lahir dalam semalam. (R10 / Tim Redaksi)













Komentar