Lompatan produktivitas dua kali lipat ini menjadi penanda dimulainya transformasi besar dari sawah tradisional menuju pertanian modern di Ranah Cati Nan Tigo
Dharmasraya–Targetonlinenews.com: Kabupaten Dharmasraya resmi memasang target ambisius di sektor pertanian. Melalui penerapan program Pertanian Modern – Advanced Agriculture System (PM-AAS), produktivitas padi yang selama ini stagnan di angka 5–6 ton per hektare, kini ditargetkan melonjak hingga 13 ton per hektare.
Lompatan produktivitas dua kali lipat ini menjadi penanda dimulainya transformasi besar dari sawah tradisional menuju pertanian modern di Ranah Cati Nan Tigo.
Program PM-AAS ini diterapkan secara masif pada lahan seluas 790 hektare yang tersebar di 9 kecamatan di Kabupaten Dharmasraya. Sebanyak 105 kelompok tani dilibatkan sebagai pelaksana di lapangan.
Penerapan sistem ini tidak hanya soal benih. Program ini didukung secara komprehensif melalui empat pilar utama: penggunaan benih unggul bersertifikat, mekanisasi pertanian penuh, pemanfaatan teknologi pertanian presisi, serta penerapan manajemen pengelolaan tanaman yang lebih efisien dan terukur.
Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah untuk mengawal program ini hingga berhasil.
Bupati yang akrab disapa Annisa itu menyatakan bahwa modernisasi pertanian adalah kunci untuk menjawab tantangan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di masa depan.
“Kami siap mendukung agar penerapan PM-AAS ini berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi petani Dharmasraya,” ujar Annisa Suci Ramadhani di Dharmasraya, Sabtu (4/10).
Menurutnya, program ini memiliki tujuan yang jauh lebih besar dari sekadar mengejar angka produksi.
“Ini bukan hanya mengejar produksi. Program ini juga diarahkan untuk meningkatkan indeks pertanaman (IP), memperkuat ketahanan pangan daerah, mendorong terwujudnya swasembada pangan, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan petani kita,” tambahnya.
Dengan PM-AAS, pola tanam yang sebelumnya konvensional akan diubah menjadi lebih terstruktur. Pengaturan irigasi, pemupukan berimbang berbasis kebutuhan tanah, pengendalian hama terpadu, hingga panen menggunakan combine harvester akan menjadi standar baru.
Langkah Dharmasraya ini sejalan dengan program nasional percepatan swasembada pangan. Jika target 13 ton per hektare tercapai, Dharmasraya berpotensi menjadi salah satu lumbung padi modern percontohan di Sumatera Barat.
Kini, harapan besar disematkan di atas hamparan 790 hektare sawah tersebut.
Dari sawah tradisional menuju pertanian modern. Mampukah target 13 ton per hektare menjadi kenyataan di Dharmasraya? Petani menanti bukti, bukan janji. (Ris1)










Komentar