SIJUNJUNG, TargetOnlineNews.com — Kekayaan kuliner tradisional Minangkabau kembali mendapat sorotan dalam Festival Kuliner Sijunjung Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) yang digelar meriah di Desa Kampung Baru, Kecamatan Kupitan, Kabupaten Sijunjung, Rabu (06/08). Festival ini menampilkan deretan kuliner khas dari desa-desa dan nagari di Kecamatan Kupitan, dengan harapan menjadi bagian dari warisan budaya tak benda Sumatera Barat.
Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan Gubernur Sumatera Barat, yang diwakili oleh Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, serta perwakilan Bupati Sijunjung dari Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan UKM (Dagperinkop UKM) Kabupaten Sijunjung. Turut hadir pula anggota DPRD Sumatera Barat, Tim Ahli Warisan Budaya Tak Benda Provinsi Sumbar, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Kampung Baru, Jalnibus, S.Pd., M.M., NLP menyampaikan rasa bangga dan syukur atas terlaksananya kegiatan ini. Ia menyebutkan bahwa setidaknya 14 kuliner tradisional dari Kupitan tengah diajukan sebagai calon Warisan Budaya Tak Benda Provinsi Sumatera Barat.
“Masyarakat Kupitan sangat bangga karena tradisi kuliner kami mendapatkan perhatian dan diangkat dalam skala provinsi. Semoga upaya ini bisa menjadi jalan bagi pelestarian budaya dan peningkatan ekonomi lokal,” ujar Jalnibus.
Festival ini menghadirkan sajian khas yang sarat nilai budaya, antara lain:
– Bongko
– Randang Ayam Jo Karambie Baracik
– Sambal Tanak Pitalo
– Gulinggang
– Sonok Silomak
– Awur Ubi Ungu
– Godok Bagulo
– Gulai Umbuik Batang Pisang
– Sonok Pisang
– Randang Bilalang
– Kalamai Samba Lado Tanak
– Gulai Anak Pisang
– Guguih, dan lainnya
Masing-masing kuliner disajikan di stand-stand tradisional yang dihias secara etnik dan menarik perhatian pengunjung serta tim ahli. Makanan-makanan tersebut akan dinilai dan diverifikasi oleh tim Warisan Budaya Tak Benda sebagai bagian dari proses penetapan resmi.
Festival ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga memperkuat identitas lokal dan membuka peluang ekonomi kreatif masyarakat. Para pelaku UMKM kuliner lokal mendapat ruang untuk memamerkan dan memasarkan produk tradisionalnya kepada publik dan tamu undangan dari berbagai daerah.
“Kegiatan seperti ini memiliki dua nilai strategis. Pertama, sebagai pelestarian budaya yang nyaris punah, dan kedua, sebagai dorongan terhadap potensi ekonomi berbasis kearifan lokal,” ujar Kadis Kebudayaan Prorivnsi Sumbar, Jefrizal Arifin.
Festival ditutup dengan kegiatan makan siang bersama di Bukit Ponggang, sebuah destinasi alam yang terletak di Dusun Koto Lamo, Desa Kampung Baru. Suasana alam yang sejuk dan panorama perbukitan menambah kehangatan kebersamaan antarwarga, tamu undangan, dan peserta festival.
Dengan digelarnya Festival Kuliner ini, Kabupaten Sijunjung melalui Kecamatan Kupitan menunjukkan komitmennya dalam melestarikan identitas kuliner tradisional, memperkuat rasa kebanggaan daerah, serta mendukung Sumatera Barat sebagai daerah yang kaya akan warisan budaya tak benda yang bernilai tinggi.
Festival ini menjadi momentum penting bagi masyarakat setempat untuk mewariskan kekayaan budaya kepada generasi muda sekaligus mengangkat potensi desa menuju panggung yang lebih luas — nasional bahkan internasional. (Ris1)
Komentar