Zulkifli juga mengajak seluruh insan humas untuk terus membangun kepercayaan publik melalui penyampaian informasi yang benar, terbuka, mudah dipahami, dan bertanggung jawab sehingga citra Kementerian Agama semakin positif di mata masyarakat.
Sawahlunto,Targetonlinenews.com – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Sawahlunto memperkuat kapasitas kehumasan di lingkungan madrasah dan Kantor Urusan Agama (KUA) melalui kegiatan pembinaan humas yang digelar di Aula Kantor Kemenag Kota Sawahlunto, Senin (3/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas komunikasi publik agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat semakin cepat, akurat, transparan, dan mampu membangun kepercayaan publik terhadap institusi.
Pembinaan diikuti oleh para pengelola humas madrasah dan KUA se-Kota Sawahlunto. Selain meningkatkan kompetensi teknis kehumasan, kegiatan ini juga menekankan pentingnya pelayanan publik yang humanis sebagai bagian dari citra positif Kementerian Agama.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sawahlunto, Dr. H. Zulkifli, S.Ag., M.M., dalam arahannya mengajak peserta memahami bahwa setiap informasi akan diterima masyarakat dengan beragam perspektif. Ia mengangkat peristiwa Isra Mikraj sebagai contoh bagaimana sebuah informasi dapat memunculkan respons yang berbeda.
Menurutnya, saat kabar Isra Mikraj tersebar di Makkah, masyarakat terbagi dalam tiga kelompok, yakni mereka yang langsung meyakini kebenarannya (sami’na wa atha’na), mereka yang masih ragu, dan mereka yang menolak bahkan menuduh Nabi Muhammad SAW sebagai orang gila.
“Dari peristiwa itu kita belajar bahwa setiap informasi akan dipahami dari sudut pandang yang berbeda. Karena itu, humas harus mampu melihat sebuah peristiwa dari berbagai perspektif sebelum menyampaikannya kepada masyarakat,” ujar Zulkifli.
Ia menilai masih banyak program dan capaian Kementerian Agama yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, namun belum diketahui secara luas karena belum dikomunikasikan secara optimal.
“Banyak hal yang telah dilakukan Kementerian Agama. Tugas humas adalah menyampaikan capaian dan dampaknya kepada masyarakat sehingga mereka mengetahui kontribusi Kementerian Agama dalam berbagai bidang,” katanya.
Zulkifli juga mengajak seluruh insan humas untuk terus membangun kepercayaan publik melalui penyampaian informasi yang benar, terbuka, mudah dipahami, dan bertanggung jawab sehingga citra Kementerian Agama semakin positif di mata masyarakat.
Dalam sesi pembinaan, Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Kota Sawahlunto, Zulfahmi, S.Sos.I., menegaskan bahwa pada hakikatnya setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan humas bagi instansinya.
Menurutnya, praktik kehumasan tidak hanya diwujudkan melalui publikasi berita atau pengelolaan media sosial, tetapi juga tercermin dalam sikap ramah saat melayani masyarakat, membantu warga yang membutuhkan, serta memberikan pelayanan yang santun dan beretika.
“Humas bukan hanya membuat berita atau mengelola media sosial, tetapi bagaimana membangun hubungan baik melalui pelayanan yang santun dan beretika,” jelasnya.
Zulfahmi juga mengingatkan peserta mengenai perbedaan media massa dan media sosial. Ia menjelaskan bahwa media massa memiliki standar jurnalistik, proses penyuntingan, serta penanggung jawab yang jelas, sedangkan media sosial memberikan ruang lebih luas kepada pengguna dalam memproduksi dan menyebarkan informasi.
Karena itu, ia menekankan pentingnya membangun hubungan yang harmonis dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari wartawan, pemerintah daerah, hingga mitra kerja lainnya. Hubungan yang baik dinilai akan mempermudah koordinasi, kolaborasi, sekaligus proses klarifikasi apabila muncul informasi yang memerlukan penjelasan.
Sementara itu, Pranata Humas Kementerian Agama Kota Sawahlunto, Puji Fadhlan Muttaqie, S.IP., mengingatkan pentingnya verifikasi data sebelum sebuah informasi dipublikasikan.
Ia menekankan bahwa seorang humas harus selalu memperbarui data, tidak tergesa-gesa mengambil kesimpulan, mengumpulkan informasi dari berbagai sumber dan sudut pandang, serta menyajikannya dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami masyarakat.
Melalui pembinaan ini, Kementerian Agama Kota Sawahlunto berharap seluruh pengelola humas di madrasah dan KUA semakin profesional dalam mengelola informasi, memperkuat komunikasi publik, serta menghadirkan layanan informasi yang cepat, akurat, kredibel, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Dengan penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kehumasan, Kemenag Sawahlunto optimistis komunikasi antara pemerintah dan masyarakat akan semakin efektif, sekaligus mendukung terwujudnya pelayanan publik yang transparan, responsif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat .(Ris1)















Komentar