Kemendes PDT Gandeng Diaspora Indonesia, Produk Unggulan Desa Dipersiapkan Tembus Pasar Ekspor. Desa tidak bisa lagi hanya menjual produk mentah. Hilirisasi menjadi kunci agar hasil pertanian dan produk unggulan desa memiliki nilai ekonomi lebih besar dan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Mendes PDT Yandri Susanto,
Jakarta, Targetonlinenews.com — Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) bersama Indonesia Diaspora SME Export Empowerment & Development (ID SEED) menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat ekspor produk unggulan desa melalui program hilirisasi dan pengembangan nilai tambah berbasis potensi lokal.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mendorong berbagai komoditas desa seperti lada, cabai, bawang merah, serai, pisang, hingga aneka olahan pangan lokal agar mampu bersaing di pasar internasional dengan kualitas yang memenuhi standar ekspor global.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menegaskan bahwa desa harus mulai bertransformasi dari sekadar penghasil bahan mentah menjadi pusat produksi barang olahan bernilai tambah tinggi.
“Desa tidak bisa lagi hanya menjual produk mentah. Hilirisasi menjadi kunci agar hasil pertanian dan produk unggulan desa memiliki nilai ekonomi lebih besar dan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Mendes PDT Yandri Susanto, Jumat (15/5/26)
Menurutnya, potensi desa di Indonesia sangat besar dan dapat menjadi kekuatan ekonomi nasional apabila dikelola secara profesional, modern, dan terhubung dengan pasar global. Karena itu, kerja sama dengan ID SEED dinilai penting untuk memperluas akses pemasaran internasional melalui jejaring diaspora Indonesia di berbagai negara.
Dalam skema kolaborasi tersebut, Kemendes PDT dan ID SEED juga akan fokus pada penguatan kualitas produk, pendampingan sertifikasi, peningkatan kapasitas pelaku usaha desa, hingga penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) sebagai motor penggerak ekonomi lokal.
Selain itu, pengembangan kemasan produk, standarisasi mutu, serta strategi branding produk desa juga menjadi bagian penting agar produk lokal mampu bersaing di pasar ekspor yang semakin kompetitif.
ID SEED sebagai jaringan pemberdayaan ekspor UMKM diaspora Indonesia akan membantu membuka akses perdagangan luar negeri sekaligus menjembatani kebutuhan pasar global terhadap produk-produk khas Indonesia.
Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah mempercepat pembangunan ekonomi desa berbasis potensi lokal, sekaligus menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat desa melalui sektor ekspor.
Kemendes PDT optimistis, melalui sinergi dengan diaspora Indonesia, produk unggulan desa dapat naik kelas menjadi komoditas ekspor yang mampu memperkuat posisi Indonesia di pasar internasional. (Ris1)










Komentar