Menurut Yosta, keterlibatan 15 Puskesmas tersebut akan memastikan seluruh anak sekolah di 11 kecamatan di Kabupaten Dharmasraya mendapatkan perlindungan dasar dari paparan polusi udara.
DHARMASRAYA–Targetonlinenews.com: Pemerintah Kabupaten Dharmasraya mengambil langkah cepat untuk melindungi kesehatan peserta didik di tengah memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Melalui Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan, Pemkab mengerahkan 15 Puskesmas di seluruh wilayah kabupaten untuk membagikan masker kepada anak-anak sekolah.
Langkah ini merupakan tindak lanjut langsung perintah Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, untuk memastikan pembelajaran tatap muka (PTM) yang kembali digelar tetap mengedepankan prinsip kesehatan dan keselamatan peserta didik.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya, Yosta Defina, didampingi Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan, Aprial Khamri Isra, mengatakan pengerahan seluruh Puskesmas bertujuan agar distribusi masker tepat sasaran dan menjangkau hingga ke pelosok.
“Puskesmas di wilayah kerja masing-masing kami kerahkan untuk membagikan masker kepada anak-anak sekolah. Ini merupakan upaya untuk melindungi kesehatan peserta didik, terutama di tengah kondisi kualitas udara yang terdampak kabut asap,” ujar Yosta Defina di Pulau Punjung, Kamis (15/10/2026).
Menurut Yosta, keterlibatan 15 Puskesmas tersebut akan memastikan seluruh anak sekolah di 11 kecamatan di Kabupaten Dharmasraya mendapatkan perlindungan dasar dari paparan polusi udara.
Bagian dari Upaya Berkelanjutan
Pembagian masker untuk pelajar ini merupakan bagian dari strategi berkelanjutan Pemkab Dharmasraya dalam mengantisipasi dampak kabut asap, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak yang berisiko mengalami gangguan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Sebelumnya, Pemkab Dharmasraya telah menerima bantuan sebanyak 50.000 masker dari Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, yang diterima pada Rabu malam (7/10/2026) di Pulau Punjung. Bantuan tersebut ditargetkan untuk kelompok rentan yakni ibu hamil, balita, anak-anak, lansia, dan warga yang beraktivitas di luar ruangan.
Distribusi masker tersebut dilakukan secara massal mulai Kamis (8/10/2026) dengan melibatkan lintas perangkat daerah yakni Dinas Kesehatan, BPBD, Satpol PP, Puskesmas, kader Posyandu dan Dasawisma.
Sebelum bantuan 50 ribu masker, Pemkab Dharmasraya juga telah melakukan aksi pembagian pada tahap awal. Pada Selasa (6/10/2026), Dinas Kesehatan bersama BPBD membagikan 5.000 masker kepada masyarakat di enam titik, meliputi sekitar RSUD Sungai Dareh, Kantor Bupati, Sikabau, Koto Baru, Sungai Rumbai dan Tiumang. Selanjutnya, pembagian dilanjutkan dengan 10.000 masker tahap kedua.
PTM dengan Protokol Ketat
Kebijakan pembagian masker ini seiring dengan keputusan Pemkab Dharmasraya yang kembali menggelar PTM dengan syarat ketat di tengah kabut asap. Sejumlah aturan diterapkan, mulai dari kewajiban memakai masker, larangan aktivitas di luar ruangan, hingga fleksibilitas kehadiran bagi siswa yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.
Pemkab Dharmasraya menegaskan, pendidikan tetap harus berjalan namun kesehatan menjadi prioritas utama. ISPU di Dharmasraya sempat tercatat mencapai 145 atau kategori tidak sehat, sehingga penggunaan masker menjadi wajib.
Melalui koordinasi lintas OPD ini, Pemkab berharap kegiatan belajar mengajar tetap kondusif dan aman.
Pemerintah daerah juga mengimbau pihak sekolah dan orang tua untuk aktif memantau kondisi kesehatan anak. Apabila ditemukan gejala seperti batuk berkepanjangan, sesak napas, iritasi mata, atau gangguan pernapasan lainnya, anak diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat atau Puskesmas di wilayah masing-masing. (*)
Penulis: Tim Redaksi Nasional | Editor: Riswan










Komentar