Kepala SMP SDI Silungkang, Renizar, S.Pd., mengatakan peringatan Maulid Nabi diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Menurut dia, momentum tersebut harus menjadi sarana memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus menerapkan akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari
SAWAHLUNTO—Targetonlinenews.com : Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMP SDI Silungkang, Sawahlunto, Sumatera Barat, berlangsung khidmat sekaligus semarak. Dikemas dalam bentuk Tabligh Akbar, Sabtu (29/8/26), kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda keagamaan, tetapi juga ruang bagi siswa untuk mengekspresikan kemampuan sekaligus menanamkan nilai keteladanan Rasulullah SAW.
Rangkaian acara diawali dengan penampilan protokol oleh siswa menggunakan tiga bahasa, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Arab, dan Bahasa Inggris. Alya Zhalika Riyadi bertugas sebagai protokol Bahasa Indonesia, Novela Alysa membawakan protokol dalam Bahasa Arab, sedangkan Amabel Dzakirah Afdila tampil menggunakan Bahasa Inggris.
Kemampuan para siswa tampil dalam tiga bahasa tersebut menjadi salah satu daya tarik kegiatan. Selain melatih keberanian berbicara di depan publik, penampilan itu memperlihatkan upaya sekolah mengintegrasikan keterampilan komunikasi dengan kegiatan keagamaan.
Suasana kemudian berlanjut dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan para siswa. Surat Ad-Dhuha dan Al-Insyirah turut menjadi bagian dari acara, disertai penyampaian bacaan beserta artinya oleh Atta Naufal Hisyam dan Muhammad Iqbal Ramadhan.
Nuansa religius semakin kuat melalui penampilan nasyid bertema kecintaan kepada Rasulullah SAW. Syafa’atul Uzma, Miftahul Hasanah, dan Lithuhayu Solona Mardon membawakan nasyid yang mendapat perhatian para peserta.
Kepala SMP SDI Silungkang, Renizar, S.Pd., mengatakan peringatan Maulid Nabi diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Menurut dia, momentum tersebut harus menjadi sarana memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus menerapkan akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapan kami, melalui kegiatan ini kita semua semakin cinta kepada Rasulullah SAW, tentunya dengan menjadikan beliau sebagai suri teladan dalam kehidupan kita,” kata Renizar.
Renizar juga menyampaikan apresiasi kepada Ustadz Hamdani yang telah meluangkan waktu untuk memberikan tausiah sekaligus membimbing siswa dalam kegiatan tersebut.
Persiapan kegiatan dilakukan sebelumnya oleh Wakil Kesiswaan SMP SDI Silungkang, Mahat Marirani, S.S. Pelaksanaan Tabligh Akbar berlangsung tertib dan lancar. Antusiasme siswa terlihat saat mengikuti tausiah yang disampaikan Ustadz Hamdani, dai lokal Silungkang.
Sejarah Nabi dan Pentingnya Keteladanan
Dalam tausiyahnya, Hamdani mengajak para siswa mengenal kembali perjalanan kehidupan Nabi Muhammad SAW. Ia mengulas sejumlah peristiwa penting, mulai dari peristiwa yang berkaitan dengan upaya penghancuran Ka’bah pada tahun kelahiran Nabi, perjalanan dakwah, hijrah ke Madinah, hingga wafatnya Rasulullah SAW di kota tersebut.
Namun, Hamdani menekankan bahwa mempelajari sejarah Rasulullah bukan semata-mata untuk menghafal rangkaian peristiwa. Yang lebih penting, kata dia, adalah mengambil nilai dan akhlak yang dapat diterapkan dalam kehidupan.
Ia mengajak para siswa meneladani sifat Rasulullah SAW, antara lain kasih sayang, kesabaran, sifat pemaaf, ketaatan kepada orang tua, serta kesederhanaan.
“Kita ingin melihat lahirnya murid dan pelajar yang penuh kasih sayang, sabar, pemaaf, menaati orang tua dan mampu menjalani kehidupan dengan sederhana,” ujar Hamdani.
Pesan tersebut dinilai relevan bagi pendidikan karakter di lingkungan sekolah. Kecerdasan akademik, kata dia, perlu berjalan beriringan dengan pembentukan akhlak agar siswa memiliki bekal yang kuat dalam menghadapi kehidupan sosial.
Ditutup Doa dan Refleksi Perjalanan Sekolah
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin Atta Naufal Hisyam. Doa berlangsung khusyuk dan menjadi penutup rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di sekolah tersebut.
Setelah acara, Hamdani berbincang dengan Kepala SMP SDI Silungkang, Renizar. Percakapan tersebut turut membahas perkembangan sekolah yang telah berdiri sejak 1940.
Dalam perjalanannya, SMP SDI Silungkang terus mengalami perkembangan. Saat ini sekolah tersebut memiliki sekitar 163 siswa dan 16 tenaga pendidik.
Momentum Maulid Nabi sekaligus menjadi refleksi bagi keluarga besar SMP SDI Silungkang untuk terus menjaga keberlanjutan pendidikan di sekolah tersebut. Selain mencerdaskan siswa, sekolah diharapkan mampu membentuk generasi yang memiliki karakter, berilmu, berakhlak, serta memiliki kepedulian terhadap sesama.
Semangat keteladanan Rasulullah SAW menjadi pijakan agar pendidikan tidak hanya menghasilkan siswa yang memiliki kemampuan akademik, tetapi juga generasi yang mengedepankan kasih sayang, kesabaran, sikap pemaaf, penghormatan kepada orang tua, dan kesederhanaan dalam kehidupan.
Bagi SMP SDI Silungkang, peringatan Maulid Nabi bukan sekadar mengenang kelahiran Rasulullah SAW. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa nilai-nilai yang diwariskan Nabi perlu terus dihidupkan dalam perilaku generasi muda.(hmd/ris1)










Komentar