“Hari Pahlawan bukan hanya tentang mereka yang gugur di medan perang, tapi juga tentang kita yang berjuang menjaga persatuan, menumbuhkan kepedulian, dan membangun desa dengan hati,” tutur Pausil Misbah dalam pesannya memperingati Hari Pahlawan ke-80,
Sawahlunto, TARGETonlinenews.com — Di lereng perbukitan tua yang menyimpan kisah tambang dan perjuangan, Desa Talawi Hilie kembali menyalakan semangat kepahlawanan. Bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi menghidupkannya dalam tindakan nyata. Dari tanah yang melahirkan Pahlawan Nasional Moh. Yamin, S.H., semangat itu terus bergema melalui ajakan Kepala Desa Talawi Hilie, Pausil Misbah, agar warganya menjadi pahlawan masa kini dengan cara sederhana namun bermakna.
“Hari Pahlawan bukan hanya tentang mereka yang gugur di medan perang, tapi juga tentang kita yang berjuang menjaga persatuan, menumbuhkan kepedulian, dan membangun desa dengan hati,” tutur Pausil Misbah dalam pesannya memperingati Hari Pahlawan ke-80, Senin (10/11/2025).
Menurutnya, zaman boleh berubah, tetapi nilai-nilai perjuangan tidak pernah lekang. Semangat rela berkorban, cinta tanah air, dan kebersamaan harus terus diwariskan di setiap generasi. Di tengah derasnya arus digital dan individualisme, Pausil mengingatkan agar masyarakat tidak kehilangan jati diri gotong royong yang menjadi ruh kehidupan desa.
“Menjadi pahlawan masa kini tidak harus berperang. Cukup dengan menjaga lingkungan, membantu tetangga, aktif dalam kegiatan sosial, dan ikut mendorong pembangunan desa. Dari hal kecil itulah lahir perubahan besar,” ujarnya penuh keyakinan.
Talawi Hilie, desa yang menjadi bagian dari sejarah panjang Sawahlunto dan Nagari Talawi menyimpan kebanggaan tersendiri sebagai tempat lahir Moh. Yamin, tokoh besar perumus Sumpah Pemuda dan pejuang kemerdekaan Indonesia. Jejak semangat Yamin—dengan gagasan kebangsaan, bahasa persatuan, dan cinta tanah air—masih terasa hidup di sanubari masyarakat Talawi.
Kades Pausil menegaskan, semangat itu harus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berbuat bagi desanya. Ia berharap nilai-nilai perjuangan Moh. Yamin dapat menjadi teladan dalam membangun Talawi Hilie yang berdaya, mandiri, dan harmonis.
“Kita beruntung dilahirkan di tanah para pejuang. Maka kewajiban kita adalah melanjutkan perjuangan itu, bukan dengan senjata, tapi dengan kerja nyata dan semangat kebersamaan,” katanya.
Peringatan Hari Pahlawan ke-80 tahun 2025 di Desa Talawi Hilie tak hanya menjadi momen mengenang jasa pahlawan, tetapi juga menjadi ajakan moral untuk memperkuat rasa persaudaraan. Dari setiap langkah kecil warganya, dari setiap gotong royong yang dilakukan bersama, semangat pahlawan sejati itu terus hidup—menyala dari hati masyarakat yang mencintai desanya.
Karena di Nagari Talawi, tanah kelahiran Moh. Yamin, kepahlawanan bukan sekadar kisah masa lalu, tetapi napas kehidupan hari ini.(Ris1)
—













Komentar