Menurutnya, Ekraf Expo merupakan salah satu implementasi nyata dari semangat menghadirkan event yang “hidup dan menghidupi”.
Sawahlunto–Targetonlinenews.com: Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra resmi membuka Sawahlunto Ekraf Expo 2026 di Lapangan Ombilin, Jum’at 04 September 2026. Expo ini merupakan bagian integral dari rangkaian Sawahlunto International Songket Silungkang Carnaval (SISSCa) 2026 yang digelar 4–6 September 2026.
Dengan mengusung tema Songket sebagai Warisan, Dibungkus Masa Depan, SISSCa tahun ini memang tidak hanya dikemas sebagai carnival fashion kreatif berbasis budaya, tetapi juga sebagai platform penggerak ekonomi kreatif. Hal ini ditegaskan melalui Pameran Ekonomi Kreatif yang menjadi pembuka rangkaian SISSCa.
150 UMKM Difasilitasi di Jantung Keramaian
Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Sawahlunto mencatat lebih dari 150 pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) difasilitasi untuk melakukan aktivitas perdagangan di kawasan Lapangan Ombilin.
Fasilitasi difokuskan pada sektor unggulan ekonomi kreatif dan kuliner. Mulai dari perajin songket Silungkang, kriya, fashion, kuliner khas Sawahlunto, hingga produk ekraf subsektor lainnya. Langkah ini diarahkan agar UMKM memiliki akses langsung terhadap pasar yang terbentuk dari arus pengunjung SISSCa.,
“Fasilitasi ini bukan sekadar memberi lapak. Ini adalah intervensi pasar. Kita ciptakan ekosistem di mana keramaian SISSCa yang mendatangkan ribuan pengunjung itu benar-benar diterjemahkan menjadi transaksi bagi UMKM lokal,” ujar Kepala Disperindagkop Sawahlunto.
Lapangan Ombilin sendiri dipilih karena posisinya yang strategis, berdampingan dengan lokasi panggung utama SISSCa yang berada di kawasan Kantor PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Unit Penambangan Ombilin yang menjadi tempat pelaksanaan dan pentas utama SISSCa.
Atraksi Non-Stop Jaga Daya Tarik Hingga 6 September
Untuk menjaga daya tarik dan memastikan perputaran pengunjung tetap tinggi di kawasan expo, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Sawahlunto menghadirkan kurasi atraksi hingga Minggu, 6 September 2026.
Beberapa agenda yang dijadwalkan antara lain:
Fashion Show SISSCa: menampilkan karya-karya unik dan kreatif berbahan songket Silungkang dari para desainer untuk memperkenalkan songket Silungkang sebagai songket tertua di Indonesia.
Parade Seni: penampilan kesenian dari sanggar, sekolah, dan komunitas seni se-Kota Sawahlunto.
SISSCa Night: panggung hiburan malam yang dimeriahkan dengan penampilan artis ibu kota.
Kehadiran berbagai atraksi tersebut diharapkan menjadi magnet yang menjaga keramaian kawasan, sehingga membuka lebih banyak peluang interaksi dan transaksi bagi UMKM.
SISSCa sendiri merupakan agenda yang bertujuan untuk meningkatkan kunjungan wisata dan mempromosikan ekonomi kreatif, menampilkan karya terbaik songket dari Indonesia ke kancah nasional dan internasional.
Wali Kota: Event Harus “Hidup dan Menghidupi”
Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra dalam sambutannya menegaskan filosofi penyelenggaraan event di Kota Warisan Dunia UNESCO tersebut.
Menurutnya, Ekraf Expo merupakan salah satu implementasi nyata dari semangat menghadirkan event yang “hidup dan menghidupi”.
“Pelaku UMKM tidak hanya menjadi bagian dari penyelenggaraan event sebagai pelengkap, tetapi juga harus memperoleh kesempatan untuk menikmati manfaat ekonominya secara langsung. Event ini hidup karena budaya, dan menghidupi karena ekonominya berputar untuk rakyat,” tegas Wali Kota Riyanda Putra.
Sejalan dengan itu, Wali Kota mengarahkan seluruh perangkat daerah terkait untuk bersikap responsif dan adaptif dalam menindaklanjuti kebutuhan UMKM di lokasi expo.
Ia meminta agar aspek kenyamanan, kebersihan, keamanan, hingga kelancaran arus pengunjung menjadi perhatian utama, sehingga aktivitas jual beli dapat berlangsung lancar, nyaman, dan memberikan kesan positif bagi wisatawan.
SISSCa yang telah rutin digelar sejak 2015 ini diharapkan kembali menjadi momentum kebangkitan ekonomi kreatif Sawahlunto, di mana songket Silungkang yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda sejak 8 Oktober 2019 tersebut tidak hanya dilestarikan, tetapi juga menjadi produk fashion yang bernilai ekonomis dan berdaya saing tinggi. (Ris1)
















Komentar