Pelabuhan yang telah diperjuangkan selama lebih dari dua dekade ini tidak hanya sekadar pelabuhan biasa. Ia diproyeksikan menjadi pintu masuk investasi, pusat logistik, hingga kawasan industri hilirisasi yang akan mengubah peta ekonomi pantai barat Sumatera.
PASAMAN BARAT—Targetonlinenews.com: Kabar gembira bagi warga Sumatera Barat! Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) resmi menargetkan Pelabuhan Teluk Tapang di Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat, mulai beroperasi pada tahun 2028.
Pelabuhan yang telah diperjuangkan selama lebih dari dua dekade ini tidak hanya sekadar pelabuhan biasa. Ia diproyeksikan menjadi pintu masuk investasi, pusat logistik, hingga kawasan industri hilirisasi yang akan mengubah peta ekonomi pantai barat Sumatera.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan hal itu saat meninjau langsung progres pembangunan pelabuhan tersebut, Kamis (5/11/2026).
Rp83,75 Miliar untuk Sisi Darat, Sudah Tuntas!
Tahap demi tahap pembangunan terus dikebut. Salah satu capaian terbesar tahun ini adalah tuntasnya pembangunan fasilitas sisi darat atau bidang jalan penampungan dengan nilai anggaran mencapai Rp83,75 miliar.
Proyek yang dikerjakan oleh PT Sumber Bangun Sentosa dengan masa kerja 330 hari hingga 15 Oktober 2026 ini menjadi fondasi penting sebelum pelabuhan bisa difungsikan secara penuh.
“Alhamdulillah, tahap demi tahap pembangunan Pelabuhan Teluk Tapang terus diselesaikan. Hari ini kita meninjau pembangunan sisi darat yang telah selesai dilaksanakan dengan nilai Rp83,75 miliar,” kata Mahyeldi.
2027 Fokus Jalan 7 Km dan Perkantoran
Lalu apa selanjutnya? Menurut Mahyeldi, tahapan pembangunan pada 2027 akan difokuskan pada pembangunan perkantoran dan fasilitas pendukung lainnya melalui dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Termasuk di dalamnya pembangunan jalan sepanjang tujuh kilometer untuk mendukung aksesibilitas kawasan pelabuhan.
“Mudah-mudahan tahun depan pembangunan jalan sepanjang tujuh kilometer, perkantoran, dan fasilitas lainnya juga bisa dilaksanakan, sehingga pada 2028 pelabuhan ini sudah bisa beroperasi,” harap Mahyeldi.
Target ini juga diamini Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Teluk Bayur, Gamal Sembiring.
“Sesuai harapan Bapak Gubernur, mudah-mudahan pada 2028 pelabuhan ini sudah bisa beroperasi. Jika memungkinkan, ke depan fasilitas transportasi seperti kapal penumpang juga dapat disediakan,” ungkap Gamal.
Bukan Sekadar Pelabuhan, Tapi Pusat Hilirisasi CPO dan Biodiesel
Inilah yang membuat Teluk Tapang berbeda. Pemprov Sumbar tidak ingin pelabuhan ini hanya menjadi tempat bongkar muat.
Mahyeldi menjelaskan, Teluk Tapang memiliki posisi strategis untuk dikembangkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis industri hilirisasi. Kawasan ini direncanakan menjadi lokasi pengembangan industri strategis, seperti industri biodiesel berbasis minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO).
“Sumatera Barat memiliki posisi strategis di pantai barat Sumatera. Pengembangan Teluk Tapang akan menjadi pintu masuk investasi sekaligus pusat logistik dan industri yang mampu meningkatkan nilai tambah sumber daya alam daerah,” ujarnya.
Potensinya sangat besar. Pasaman Barat sendiri merupakan salah satu sentra perkebunan sawit terbesar di Sumbar. Selama ini, distribusi hasil perkebunan masih sangat bergantung pada pelabuhan di luar wilayah Sumbar, seperti Belawan di Medan.
Dengan beroperasinya Teluk Tapang, distribusi akan lebih efisien, biaya logistik turun, dan nilai tambah bisa dinikmati langsung oleh petani dan masyarakat Sumbar.
Simpul Logistik Pantai Barat, Hingga ke Mandailing Natal
Selain memperkuat konektivitas logistik antardaerah, Teluk Tapang juga diproyeksikan menjadi simpul distribusi bagi kawasan pantai barat Sumatera, termasuk wilayah Mandailing Natal, Sumatera Utara.
Pengembangan kawasan industri hijau di sekitarnya diharapkan dapat menarik investasi, membuka lapangan kerja, serta memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menargetkan Pelabuhan Teluk Tapang beroperasi penuh pada 2028, dengan catatan tahapan pembangunan berikutnya seperti akses jalan, perkantoran, dan fasilitas pendukung dapat diselesaikan tepat waktu.
Mengapa Teluk Tapang Begitu Penting bagi Sumbar?
Memangkas Ketergantungan ke Belawan: CPO dan hasil bumi Sumbar tak perlu lagi jauh-jauh ke Medan.
Pintu Investasi Baru: Investor hilirisasi sawit, logistik, dan energi hijau punya alasan kuat masuk ke Sumbar.
Lapangan Kerja: Ribuan pekerjaan baru dari pelabuhan, industri, dan jasa pendukung.
Konektivitas Regional: Menghubungkan Sumbar – Sumut (Madina) dalam satu jalur logistik pantai barat.
Jika target 2028 ini tercapai, Teluk Tapang bukan hanya akan menjadi kebanggaan Pasaman Barat, tapi juga game changer bagi ekonomi Sumatera Barat.
Penulis: Tim Redaksi
Editor : Riswan













Komentar