Dorongan tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) Co-Creation Program Z Corner yang digelar di Hotel Saka Ombilin, Kota Sawahlunto,
SAWAHLUNTO-Targetonlinenews.com: Kementerian Agama Kota Sawahlunto mendorong penguatan pendampingan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta fasilitasi sertifikasi halal dalam pengembangan program Z Corner. Program ini dirancang sebagai pusat pemberdayaan ekonomi berbasis zakat yang mengintegrasikan pemasaran produk lokal dengan pengembangan destinasi wisata di kawasan Silo.
Dorongan tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) Co-Creation Program Z Corner yang digelar di Hotel Saka Ombilin, Kota Sawahlunto, Rabu (28/10).
FGD ini dihadiri Direktur Pendayagunaan BAZNAS RI Eka Budi Sulistyo, Asisten I Sekretariat Daerah Kota Sawahlunto Irzam, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sawahlunto, perwakilan PT Bukit Asam Unit Pertambangan Ombilin (PT BA UPO), serta sejumlah kepala perangkat daerah dan pemangku kepentingan terkait.
FGD menjadi wadah kolaborasi lintas sektor untuk mematangkan konsep Z Corner secara komprehensif, mulai dari penataan lokasi, kesiapan sarana dan prasarana, kurasi produk unggulan, hingga skema pendampingan bagi pelaku UMKM yang akan terlibat.
Tidak Hanya Tempat Jualan, Tapi Pendampingan Berkelanjutan
Dari perspektif Kementerian Agama, keberhasilan Z Corner tidak cukup hanya dengan menyediakan lapak berjualan atau memberikan bantuan modal usaha.
Pemberdayaan ekonomi berbasis zakat harus menyentuh peningkatan kapasitas pelaku usaha itu sendiri.
“Pelaku UMKM perlu mendapatkan pendampingan berkelanjutan agar mampu meningkatkan kapasitas pengelolaan usaha, menjaga konsistensi kualitas produk, memperluas akses pemasaran, hingga pada akhirnya mampu mengembangkan bisnis secara mandiri dan berdaya saing,” menjadi penekanan Kemenag Sawahlunto dalam forum tersebut.
Pendekatan ini dinilai krusial agar mustahik produktif tidak hanya menjadi penerima bantuan sesaat, tetapi bertransformasi menjadi muzaki di masa depan.
Sertifikasi Halal Jadi Kunci Daya Saing
Selain pendampingan usaha, aspek krusial lainnya yang didorong Kemenag adalah fasilitasi sertifikasi halal. Mengingat Z Corner akan berada di kawasan wisata dan didominasi produk kuliner serta makanan olahan, jaminan halal menjadi kebutuhan mendasar.
Sertifikasi halal diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan konsumen, memberikan kepastian dan ketenangan bagi wisatawan, serta memperkuat daya saing produk UMKM Sawahlunto di pasar yang lebih luas. Kemenag Kota Sawahlunto menyatakan kesiapannya untuk bersinergi dalam proses pendampingan dan percepatan sertifikasi halal bagi produk-produk yang akan dikurasi masuk ke Z Corner.
Etalase Produk Khas Sawahlunto
Produk yang akan ditampilkan di Z Corner juga diharapkan tidak asal tampil. Kurasi menjadi kata kunci. Produk kuliner, makanan olahan, kerajinan, dan produk ekonomi kreatif lainnya harus memiliki kekhasan dan identitas lokal yang kuat, mampu merepresentasikan potensi dan ikon Kota Sawahlunto sebagai Kota Warisan Dunia.
Dengan konsep tersebut, Z Corner diharapkan tidak hanya menjadi pusat transaksi ekonomi, tetapi juga menjadi etalase produk unggulan daerah dan jendela budaya bagi wisatawan.
Kehadirannya diharapkan dapat mempertemukan dua potensi besar Sawahlunto: pariwisata dan ekonomi kreatif lokal. Wisatawan yang berkunjung ke kawasan Silo nantinya tidak hanya menikmati destinasi, tetapi juga memiliki kesempatan langsung untuk mengenal, mencicipi, dan membawa pulang produk khas Sawahlunto.
Pengembangan Z Corner direncanakan melalui skema kolaborasi pentahelix yang melibatkan BAZNAS RI sebagai penggerak dana zakat, Pemerintah Kota Sawahlunto, PT BA UPO sebagai mitra korporasi, Kementerian Agama, dan perangkat daerah terkait sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing.
Sinergi ini diharapkan menghasilkan program yang terarah, terukur, dan berkesinambungan, sehingga manfaat zakat dapat memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi peningkatan pendapatan dan kemandirian ekonomi keluarga penerima manfaat.
Sebagai penanda komitmen, Program Z Corner ditargetkan akan diluncurkan secara resmi pada 1 Desember 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kota Sawahlunto.
Melalui program ini, pemberdayaan ekonomi umat, penguatan UMKM lokal, dan pengembangan pariwisata di Kota Sawahlunto diharapkan dapat berjalan beriringan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. (*)
Narasi : Tim Redaksi
Editor : Riswan














Komentar