oleh

Camat Jangan Sekadar Seremonial: Bupati Eka Putra Tekan Respons Cepat dan Kepekaan Lapangan

Camat sebagai perpanjangan tangan Bupati di wilayah kecamatan harus cepat tanggap dengan persoalan masyarakat. Tidak hanya sebagai administrator, camat juga dituntut hadir di tengah masyarakat sebagai problem solver yang responsif,” tegas Eka Putra.

 

PADANG PANJANG, Targetonlinenews.com — Bupati Tanah Datar Eka Putra melontarkan peringatan keras kepada para camat agar tidak terjebak dalam rutinitas administratif semata. Dalam arahannya pada Rapat Koordinasi (Rakor) Camat se-Kabupaten Tanah Datar di Mifan Padang Panjang, Sabtu (28/3/2026), ia menegaskan bahwa camat harus mampu membaca situasi wilayah secara akurat dan hadir langsung di tengah masyarakat, terutama saat terjadi krisis.

Pernyataan ini bukan tanpa alasan. Di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin tinggi, posisi camat dinilai kerap kehilangan sensitivitas lapangan dan lamban merespons persoalan masyarakat. Eka Putra menekankan, jabatan camat bukan sekadar perpanjangan birokrasi, melainkan ujung tombak kehadiran negara di tingkat paling dekat dengan warga.

“Camat sebagai perpanjangan tangan Bupati di wilayah kecamatan harus cepat tanggap dengan persoalan masyarakat. Tidak hanya sebagai administrator, camat juga dituntut hadir di tengah masyarakat sebagai problem solver yang responsif,” tegas Eka Putra.

Menurutnya, kemampuan membaca dinamika sosial, ekonomi, hingga potensi konflik di wilayah menjadi kompetensi mutlak yang tidak bisa ditawar. Keterlambatan merespons laporan masyarakat, kata dia, berisiko menurunkan kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.

Ia juga menyoroti pentingnya jejaring sosial dan komunikasi lintas sektor. Camat diminta tidak bekerja secara eksklusif, melainkan aktif berkolaborasi dengan pemerintahan nagari, tokoh masyarakat, lembaga unsur, hingga perantau yang memiliki pengaruh signifikan terhadap pembangunan daerah.

“Kecepatan merespons laporan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan publik. Camat harus mampu berbaur dan membangun komunikasi yang kuat dengan semua unsur,” ujarnya.

Selain itu, Bupati juga menyinggung peran strategis keluarga camat, khususnya istri camat yang menjabat sebagai Ketua TP PKK kecamatan. Ia meminta agar turut aktif dalam pemberdayaan masyarakat dan menjadi motor penggerak di tingkat akar rumput.

Di sisi lain, Rakor tersebut juga menjadi forum konsolidasi internal untuk menyamakan persepsi antar camat. Ketua Forum Camat Tanah Datar, Muhammad As’ad, menyebut kegiatan ini penting untuk memperkuat koordinasi dan memastikan program pembangunan berjalan tepat sasaran.

“Percepatan pembangunan tidak hanya bergantung pada perencanaan yang baik, tetapi juga koordinasi yang solid dan respons cepat terhadap persoalan di lapangan,” kata As’ad.

Ia menambahkan, sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan, mulai dari infrastruktur, pelayanan publik, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Namun demikian, arahan Bupati ini juga bisa dibaca sebagai sinyal evaluasi terhadap kinerja aparatur di tingkat kecamatan. Di tengah kompleksitas persoalan daerah, publik kini menuntut kehadiran pemerintah yang lebih konkret, bukan sekadar formalitas rapat dan laporan.

Dengan penekanan pada kecepatan, kepekaan, dan kolaborasi, Rakor camat kali ini menjadi pengingat bahwa efektivitas pemerintahan tidak ditentukan dari meja kerja, melainkan dari sejauh mana aparatur mampu menjawab persoalan riil masyarakat di lapangan. (Rel/Ris1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *