oleh

Dari Kesunyian Jadi Sejarah: SMSI Apresiasi Pemkot Cilegon Resmikan Monumen Siber Indonesia

CILEGON, Targetonlinenews.com — Kota Cilegon kembali menorehkan tinta emas dalam sejarah pers nasional. Pemerintah Kota Cilegon mendapat apresiasi tinggi dari Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat atas peresmian Monumen Siber Indonesia, sebuah penanda monumental perjalanan dan perjuangan pers digital Tanah Air yang lahir dari kesunyian menuju pengakuan nasional.

Ketua SMSI Pusat, Firdaus, menegaskan bahwa berdirinya Monumen Siber Indonesia di Cilegon bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan warisan sejarah (legacy) bagi ekosistem media digital Indonesia.

“Terima kasih kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon yang telah memberikan penghargaan besar kepada insan pers siber. Monumen Siber Indonesia ini adalah simbol perjuangan, nilai, dan transformasi komunikasi bangsa,” ujar Firdaus saat kunjungan resmi ke Cilegon.

Kunjungan tersebut disambut sejumlah tokoh penting, di antaranya Mantan Wali Kota Cilegon Iman Ariyadi, Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo, perwakilan Dewan Pers Yogi, serta Plt Sekda Cilegon Ahmad Aziz Deti.
Cilegon, Kota Bersejarah bagi Pers Siber Nasional

Firdaus menegaskan, Cilegon memiliki posisi strategis dalam sejarah media digital Indonesia. Kota industri ini menjadi saksi lahirnya SMSI pada tahun 2017, yang kemudian berkembang menjadi organisasi perusahaan pers siber terbesar di Indonesia.

“SMSI lahir di Cilegon. Ini bukan kebetulan, ini sejarah. Dari kota ini, gagasan besar tentang kebangkitan media siber daerah dan nasional dirumuskan,” tegasnya.

Kini, SMSI telah hadir di seluruh provinsi di Indonesia, dari Sabang hingga Merauke, bahkan menjangkau wilayah-wilayah terluar seperti Papua. Perjalanan itu, menurut Firdaus, berawal dari jalan sunyi penuh pengabdian.

Monumen Siber Indonesia: Simbol Transformasi Komunikasi Bangsa

Monumen Siber Indonesia dipandang sebagai simbol kebangkitan media digital Nusantara, sekaligus bentuk pengakuan terhadap perjuangan jurnalis siber yang selama bertahun-tahun menghadapi tantangan stigma, tekanan kekuasaan, hingga dominasi konglomerasi media besar.

“Monumen ini bukan hanya tentang media online, tetapi tentang nilai perjuangan. Tentang jurnalis yang bekerja dengan cinta, keberanian, dan idealisme,” ujar Firdaus.
Ia juga menekankan bahwa jurnalis bukanlah alat kekuasaan, melainkan cahaya bagi masyarakat dan penjaga nurani publik.

“Pers adalah profesi mulia. Jurnalis bukan alat kekuasaan, tapi pelindung rakyat,” katanya.
Jejak Panjang Perjuangan Media Online

Firdaus mengenang perjalanan panjangnya sejak 2007, saat ia mulai melawan dominasi media cetak dan konglomerasi besar dengan membangun media online sebagai ruang baru demokrasi informasi.
Perjuangan tersebut tidak mudah. Pers siber kerap dipandang sebelah mata, bahkan dianggap tidak setara. Namun waktu membuktikan, media digital justru menjadi tulang punggung informasi publik di era modern.

“Dari kesunyian, dari jalan kecil yang penuh cinta, akhirnya lahir pengakuan nasional,” ungkap Firdaus.
Jurnalis sebagai Dai, Pers sebagai Jalan Pengabdian

Dalam refleksi personalnya, Firdaus menyebut jurnalis sebagai “dai”, pembawa pesan kebenaran bagi masyarakat. Ia menegaskan komitmennya untuk tetap berada di jalur jurnalistik murni.

“Sepanjang hidup saya, tidak pernah mengambil satu rupiah pun dari APBD. Saya hidup dan berjuang di jalan jurnalistik. Ini jalan sunyi, tapi jalan pengabdian,” ucapnya.

Ia berharap Monumen Siber Indonesia menjadi inspirasi abadi bagi generasi jurnalis masa depan untuk menjaga integritas, profesionalisme, dan keberpihakan pada rakyat kecil.

Cilegon Dipuji sebagai Kota Visioner

Apresiasi SMSI menempatkan Cilegon sebagai kota visioner yang tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga merawat sejarah, nilai, dan peradaban informasi.

“Ini legacy kita bersama. Dari Cilegon, untuk Indonesia,” pungkas Firdaus.

Dengan berdirinya Monumen Siber Indonesia, Cilegon kini tercatat sebagai kota penanda sejarah pers siber nasional, simbol bahwa dari kesunyian perjuangan wartawan, lahir cahaya bagi demokrasi dan masa depan komunikasi bangsa.(Ris1)

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *