Sawahlunto ,TargetOnlineNews.com — Komitmen Geopark Nasional Sawahlunto dalam mendukung pendidikan berbasis lapangan kembali dibuktikan melalui peningkatan pelayanan pada kegiatan kuliah lapangan Teknik Lapangan 1 (TL 1) yang diikuti oleh 60 mahasiswa Program Studi Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Islam Riau (UIR), dari 10 hingga 14 Juli 2024 lalu.
Kegiatan yang berlangsung di berbagai titik geosite unggulan dalam kawasan Geopark Nasional Sawahlunto ini menjadi bagian penting dalam mendekatkan teori dengan praktik lapangan. Mahasiswa diajak untuk memahami langsung potensi geologi kawasan bekas tambang batubara yang kini berkembang menjadi pusat edukasi dan wisata berbasis geologi.
Fetra Ramadona, salah satu anggota tim pendamping dari Badan Pengelola (BP) Geopark Nasional Sawahlunto, menjelaskan bahwa peningkatan kualitas layanan kuliah lapangan menjadi bagian dari visi besar geopark, yakni “Dari tambang batu bara menuju penelitian, pendidikan, dan pariwisata yang berkelanjutan.”
“Setiap tahun, kami melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan kepada mitra, termasuk kampus-kampus yang melaksanakan kuliah lapangan. Tahun ini, ada beberapa aspek yang kami tingkatkan untuk mendukung kegiatan TL 1 menjadi lebih efektif dan berkesan bagi mahasiswa,” jelas Fetra.
Beberapa peningkatan pelayanan yang dilakukan antara lain: pemilihan lokasi geosite yang relevan dengan materi perkuliahan, penyediaan fasilitas yang memadai seperti transportasi dan akomodasi, penjaminan keselamatan dan kesehatan mahasiswa, pembekalan menyeluruh sebelum keberangkatan, hingga pelibatan dosen dalam evaluasi kegiatan untuk pengembangan ke depan.
Kepala Program Studi Teknik Geologi UIR, Budi Prayitno, S.T., M.T., mengapresiasi peningkatan mutu pelayanan yang diberikan Geopark Sawahlunto tahun ini. Ia menyebutkan bahwa kerja sama antara pihak kampus dan BP Geopark Sawahlunto menunjukkan progres signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Pelayanan tahun ini terasa jauh lebih baik dan lengkap. Selain aspek teknis seperti akomodasi dan transportasi yang tertata dengan baik sejak penjemputan hingga pengantaran pulang, aspek keamanan dan kesehatan juga sangat diperhatikan dengan adanya safety induction dan komunikasi aktif di lapangan,” ujar Budi.
Ia menambahkan, kerja sama ini tidak hanya mendukung tugas akademik mahasiswa, tetapi juga menjadi bagian dari kontribusi UIR dalam mendukung pengembangan Geopark Nasional Sawahlunto di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam kegiatan TL 1 ini, mahasiswa juga melaksanakan program pengabdian masyarakat di Geosite Air Terjun Bikan, Desa Rantih. Aktivitas tersebut menjadi agenda rutin setiap pelaksanaan TL 1, sekaligus mendukung upaya pelestarian dan pemberdayaan masyarakat sekitar geosite.
“Kami berharap sinergi ini terus terjalin dan meningkat. Evaluasi bersama dengan tim Geopark akan kami lakukan bulan Agustus nanti setelah TL 2 selesai. Kami juga sudah rencanakan sejumlah program lanjutan yang akan melibatkan lebih banyak kolaborasi,” tambah Budi.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa Geopark bukan hanya kawasan konservasi geologi semata, tetapi juga ruang hidup dinamis untuk pendidikan, penelitian, dan pembangunan berkelanjutan. Kehadiran mahasiswa di kawasan geopark menjadi bagian dari proses transformasi bekas tambang menjadi laboratorium alam terbuka yang bermanfaat bagi banyak pihak. (Robert)
Komentar