Kades Talawi Hilie Resmi Luncurkan “Mars Talawi Hilie”, Perkuat Identitas Desa dan Semangat Kebersamaan Warga. Menurut Pausil Misbah, keberadaan mars desa diharapkan mampu menjadi media pemersatu yang memperkuat rasa memiliki terhadap desa, sekaligus menjadi motivasi bagi aparatur pemerintahan dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Sawahlunto, Targetonlinenews. com– Pemerintah Desa Talawi Hilie, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, resmi meluncurkan Mars Talawi Hilie sebagai simbol identitas desa sekaligus sarana membangkitkan semangat kebersamaan masyarakat dalam mendukung pembangunan desa.
Peluncuran mars desa tersebut merupakan inisiatif langsung dari Kepala Desa Talawi Hilie, Pausil Misbah, yang telah lama menggagas hadirnya sebuah lagu resmi desa sebagai representasi nilai-nilai budaya, adat, serta semangat gotong royong masyarakat Talawi Hilie.
Menurut Pausil Misbah, keberadaan mars desa diharapkan mampu menjadi media pemersatu yang memperkuat rasa memiliki terhadap desa, sekaligus menjadi motivasi bagi aparatur pemerintahan dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Berawal dari Gagasan Kepala Desa
Gagasan penyusunan Mars Talawi Hilie telah direncanakan sejak beberapa waktu lalu. Kepala Desa yang akrab disapa Pak Pucin itu kemudian menyusun sendiri lirik mars yang menggambarkan sejarah, potensi, nilai adat, dan karakter masyarakat Talawi Hilie.
Lirik tersebut berhasil diselesaikan pada bulan sebelumnya dan kemudian dikembangkan menjadi sebuah karya musik yang utuh melalui proses aransemen bersama Sugiono Muma (Mas Nono).
Menariknya, lagu tersebut tidak hanya diciptakan oleh kepala desa, tetapi juga dinyanyikan langsung oleh Pausil Misbah sebagai vokalis utama dalam rekaman resmi Mars Talawi Hilie.
Kolaborasi tersebut menghasilkan sebuah lagu yang sarat dengan pesan kebersamaan, kecintaan terhadap kampung halaman, serta komitmen membangun desa secara bersama-sama.
Diperkenalkan Melalui Media Sosial
Berbeda dengan peluncuran karya resmi pada umumnya yang dilakukan melalui seremoni khusus, Mars Talawi Hilie diperkenalkan kepada masyarakat melalui berbagai platform media sosial milik Pemerintah Desa Talawi Hilie.
Langkah ini dipilih sebagai media publikasi yang dinilai lebih efektif menjangkau masyarakat luas, termasuk warga Talawi Hilie yang berada di luar daerah.
Melalui publikasi digital tersebut, pemerintah desa berharap mars ini dapat dikenal, dihafal, dan menjadi bagian dari identitas kolektif masyarakat Talawi Hilie.
Simbol Persatuan dan Motivasi Pembangunan
Pemerintah Desa Talawi Hilie menilai keberadaan mars desa bukan sekadar karya seni atau hiburan semata, melainkan simbol persatuan yang mencerminkan karakter masyarakat yang menjunjung tinggi adat, agama, dan semangat gotong royong.
Nilai-nilai tersebut tercermin dalam setiap bait lirik yang menggambarkan sejarah terbentuknya desa, kondisi geografis, serta filosofi kehidupan masyarakat Minangkabau yang berpegang pada prinsip “Syarak Mangato, Adat Mamakai”.
Mars ini juga diharapkan menjadi penyemangat bagi seluruh unsur masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam pembangunan desa menuju kemandirian dan kesejahteraan bersama.
Lirik Resmi Mars Talawi Hilie
Bermula dari koto nan ampek
Dari jorong menjadi desa
Talawi Hilie dusunyo ampek
Agamanya kuat adat terjaga
Panjang membentang Batang Ombilin
Padi menguning di tengah sawah
Bersama tali tigo sapilin
Bahu membahu membangun desa
Reff:
Saraq mangato adat mamakai
Itulah pedoman hidup kami
Genggamlah kuat jangan di ungkai
Kita wujudkan desa mandiri
Dorong Penguatan Identitas Lokal
Peluncuran Mars Talawi Hilie menjadi salah satu inovasi Pemerintah Desa Talawi Hilie dalam memperkuat identitas lokal di tengah perkembangan zaman. Selain menjadi media edukasi budaya bagi generasi muda, mars tersebut juga diharapkan mampu menumbuhkan rasa bangga terhadap sejarah dan nilai-nilai yang diwariskan para pendahulu.
Dengan semangat “Ramah Lingkungan, Ramah Layanan”, Pemerintah Desa Talawi Hilie terus mendorong berbagai program pembangunan berbasis partisipasi masyarakat demi mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan berdaya saing.(Ris1)
















Komentar