Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal memperluas kemitraan strategis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) serta Yayasan Educare Smart Serbaindo (YESS) di Jakarta
Jakarta,Targetonlinenews.com — Pembangunan desa membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Prinsip itu yang kembali ditegaskan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) melalui perluasan kemitraan strategis dengan dunia usaha dan lembaga sosial.
Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal memperluas kemitraan strategis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) serta Yayasan Educare Smart Serbaindo (YESS) di Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Penandatanganan ini menjadi bagian dari upaya Kemendes PDT untuk memastikan program pembangunan memberi manfaat nyata dan berkelanjutan bagi 75 ribu lebih desa di Indonesia.
Dua Fokus Kolaborasi: Energi dan Pemberdayaan
Kerja sama tersebut dibagi dalam dua klaster utama.:
Pertama, kolaborasi dengan PT PLN Energi Primer Indonesia diarahkan pada Pengembangan Ekosistem Biomassa Berbasis Ekonomi Kerakyatan Melalui BUM Desa untuk Mendukung Transisi Energi dan Pencapaian Target Net Zero Emission di Desa dan Daerah Tertinggal.
Skema ini akan menjadikan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) sebagai penggerak rantai pasok biomassa. Selain membuka sumber pendapatan baru bagi warga desa, program ini sekaligus menjadi solusi nyata dalam mengatasi permasalahan desa-desa yang hingga kini belum memiliki akses listrik, serta mendukung agenda transisi energi nasional.
Penandatanganan PKS untuk klaster ini dilakukan oleh Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa dan Daerah Tertinggal (PEID) Kemendes PDT Tabrani dengan Direktur Biomassa PT PLN EPI Hokkop Situngkir.
Kedua, kerja sama dengan Yayasan Educare Smart Serbaindo (YESS) difokuskan pada Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Daerah Tertinggal. PKS ditandatangani oleh Kepala BPSDM PMDDT Kemendes PDT Agustomi Masik bersama Ketua Pengurus Harian YESS Ichsan Ridwan, dengan disaksikan langsung oleh Sekjen Kemendes PDT.
Pesan Sekjen: Jangan Berhenti di Atas Kertas
Sekretaris Jenderal Kemendes PDT Taufik Madjid menegaskan, penandatanganan ini tidak boleh bersifat seremonial.
Ia menyebut luasnya cakupan wilayah menjadi alasan utama perlunya kolaborasi. “Jumlah desa di Indonesia itu 75.266, olehnya Kemendes perlu kolaborasi untuk memastikan pembangunan desa terus berjalan,” kata Taufik Madjid.
Menurut Taufik, Menteri Desa PDT mengarahkan agar MoU dan PKS yang telah ditandatangani segera ditindaklanjuti dan dipastikan realisasinya di lapangan. Objektif utama dari kerja sama ini adalah pembangunan desa yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan, tetapi harus diwujudkan dalam aksi nyata di lapangan demi mendorong kesejahteraan masyarakat desa,” ujar Taufik.
Pada kesempatan yang sama, Taufik juga mengingatkan jajaran Kemendes PDT untuk responsif terhadap isu publik, termasuk memberikan klarifikasi jika menemukan narasi atau konten negatif dan disinformasi terkait pembangunan desa di media sosial.
Kolaborasi Kemendes PDT, PLN EPI, dan YESS ini diharapkan menjadi model pembangunan desa yang partisipatif: menggabungkan potensi energi kerakyatan, penguatan ekonomi melalui BUM Desa, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia desa menuju visi Desa Merdeka dan Indonesia yang berkeadilan. (Ris1)















Komentar