AQI di Talawi tercatat 132, dengan konsentrasi polutan utama PM2.5 mencapai 48,1 mikrogram per meter kubik (µg/m³). IQAir mengategorikan kondisi tersebut sebagai “Tidak sehat bagi kelompok sensitif.”
SAWAHLUNTO,Targetonlinenews.com — Kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatera Barat berada pada kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif. Berdasarkan pemantauan IQAir yang diakses pada Selasa, 25 Agustus 2026 sekitar pukul 15.20 WIB, Talawi, Kota Sawahlunto, mencatat indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) tertinggi dari tujuh wilayah yang dipantau.
AQI di Talawi tercatat 132, dengan konsentrasi polutan utama PM2.5 mencapai 48,1 mikrogram per meter kubik (µg/m³). IQAir mengategorikan kondisi tersebut sebagai “Tidak sehat bagi kelompok sensitif.”
Talawi merupakan salah satu kecamatan di Kota Sawahlunto. Kondisi ini menjadi perhatian karena paparan partikulat halus PM2.5 dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat dengan asma, penyakit paru, jantung, dan pembuluh darah.
Pemerintah Kota Sawahlunto melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan membatasi paparan terhadap udara luar ketika kualitas udara memburuk.
Imbauan tersebut sejalan dengan panduan Kementerian Kesehatan mengenai perlindungan diri dari udara kotor atau berdebu halus (PM2.5). Masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama aktivitas fisik, olahraga, dan kegiatan yang membutuhkan waktu lama di ruang terbuka.
“Jika harus keluar rumah, lakukan seperlunya dan sesingkat mungkin,” demikian prinsip perlindungan yang disampaikan dalam materi edukasi Kementerian Kesehatan.
Dinkes juga mengingatkan warga yang harus beraktivitas di luar ruangan untuk menggunakan masker respirator N95, KN95, atau FFP2 yang tersertifikasi dan memastikan masker menutup hidung serta mulut dengan rapat. Masker bedah maupun masker kain dinilai tidak memberikan perlindungan optimal terhadap partikulat udara halus.
Tutup Jendela, Hindari Asap
Untuk menjaga kualitas udara di dalam rumah, warga dianjurkan menutup pintu dan jendela yang menghadap sumber polusi. Aktivitas yang menghasilkan asap, seperti merokok di dalam rumah dan membakar sampah, juga perlu dihindari.
Bila tersedia, penggunaan air purifier dengan filter HEPA dapat menjadi salah satu upaya tambahan untuk membantu menjaga kualitas udara dalam ruangan.
Prinsip yang perlu diperhatikan, semakin tinggi konsentrasi polutan dan semakin lama seseorang terpapar, semakin besar pula potensi risiko terhadap kesehatan.
Kelompok rentan perlu mendapat perhatian lebih ketika kualitas udara memburuk. Mereka meliputi anak-anak, lansia, ibu hamil, penderita asma atau PPOK maupun penyakit paru, serta penderita penyakit jantung dan pembuluh darah.
Dinkes juga mengingatkan masyarakat mengenali gejala akibat paparan udara tidak sehat. Gejala ringan antara lain batuk, sesak napas, tenggorokan terasa gatal, iritasi mata atau hidung, sakit kepala, dan mudah lelah.
Jika muncul gejala berat seperti sesak napas berat atau sulit bernapas, nyeri dada, kebingungan atau mengantuk berlebihan, hingga penurunan kesadaran, masyarakat diminta segera mencari pertolongan ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Pantau Kualitas Udara
Pemko Sawahlunto melalui Dinkes juga mendorong masyarakat memantau perkembangan kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar rumah.
Informasi kualitas udara dapat dipantau melalui aplikasi ISPU Net, laman ispu.menlhk.go.id, serta kanal resmi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan maupun pemerintah daerah.
Kepada warga Talawi dan wilayah Sawahlunto lainnya, kewaspadaan menjadi penting, terutama apabila aktivitas dilakukan dalam waktu lama di luar ruangan.
Di tengah kondisi tersebut, upaya menjaga kualitas udara bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran sampah, mengurangi penggunaan kendaraan bermotor jika tidak diperlukan, serta ikut menjaga lingkungan dengan menanam dan merawat pohon.
Udara bersih merupakan tanggung jawab bersama. Saat kualitas udara memburuk, mengurangi paparan adalah langkah sederhana untuk melindungi kesehatan diri dan keluarga. (Ris1)














Komentar