oleh

Menghidupkan Kembali Api Perjuangan dari Sepuluh Penjuru Negeri, Presiden Prabowo Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional 2025

“Para pahlawan telah memberikan segalanya — darah, tenaga, dan air mata — untuk kemerdekaan bangsa ini. Kini, tugas kita adalah melanjutkan perjuangan mereka dengan kerja keras, kejujuran, dan pengabdian tanpa pamrih,” ujar Presiden Prabowo dengan suara tegas namun bergetar haru.

 

Jakarta, TargetOnlineNews.com — Langit pagi di Istana Negara tampak tenang, namun udara di halaman utama terasa sarat makna. Di bawah kibaran merah putih yang gagah, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto berdiri tegak memimpin Upacara Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional Tahun 2025. Sebuah momen yang tak hanya menandai peringatan Hari Pahlawan ke-80, tetapi juga menjadi refleksi tentang makna pengabdian, ketulusan, dan cinta tanah air yang tak lekang oleh waktu.

Dalam suasana khidmat yang dihadiri jajaran menteri, pejabat negara, dan keluarga para penerima gelar, Presiden Prabowo menyerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh besar bangsa dari berbagai daerah — mereka yang semasa hidupnya telah menorehkan jejak pengabdian luar biasa dalam memperjuangkan kemerdekaan, menegakkan keadilan, dan memperkuat jati diri bangsa.

Penganugerahan ini didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 116/TK/Tahun 2025, tertanggal 6 November 2025, sebagai bentuk penghormatan negara terhadap jasa-jasa besar para tokoh yang telah mengorbankan waktu, tenaga, dan bahkan hidupnya demi Indonesia.

Mereka adalah:

1. K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) – tokoh dari Jawa Timur, pahlawan dalam bidang perjuangan politik dan pendidikan Islam, yang selama hidupnya menebarkan nilai-nilai toleransi dan kemanusiaan.

2. Jenderal Besar TNI H. M. Soeharto – tokoh dari Jawa Tengah, pahlawan dalam bidang perjuangan dan pertahanan negara, simbol keteguhan dalam menjaga keutuhan bangsa.

3. Marsinah – tokoh dari Jawa Timur, buruh perempuan yang menjadi ikon perjuangan sosial dan kemanusiaan untuk keadilan bagi kaum pekerja.

4. Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja – tokoh dari Jawa Barat, pahlawan di bidang hukum dan politik, perintis konsepsi hukum laut internasional dan kedaulatan maritim Indonesia.

5. Hajjah Rahmah El Yunusiyyah – tokoh dari Sumatera Barat, pelopor pendidikan Islam bagi perempuan dan pendiri Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang.

6. Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo – tokoh dari Jawa Tengah, pahlawan di bidang perjuangan bersenjata dan keteguhan militer dalam menjaga kedaulatan NKRI.

7. Sultan Muhammad Salahuddin – tokoh dari Nusa Tenggara Barat, pahlawan dalam bidang pendidikan dan diplomasi, penggerak kemajuan sosial di masa penjajahan.

8. Syaikhona Muhammad Kholil – tokoh dari Jawa Timur, ulama besar dan guru para pendiri bangsa yang berjasa membangun pendidikan Islam dan semangat kebangsaan.

9. Tuan Rondahaim Saragih – tokoh dari Sumatera Utara, pejuang bersenjata yang gigih melawan penjajah demi martabat rakyat Batak dan bangsa Indonesia.

10. Zainal Abidin Syah – tokoh dari Maluku Utara, pahlawan di bidang politik dan diplomasi, pejuang yang memperjuangkan integrasi wilayah timur ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa penganugerahan ini bukan sekadar penghormatan simbolik, tetapi juga pengingat moral bagi seluruh rakyat Indonesia bahwa perjuangan tidak berhenti di masa lalu.

“Para pahlawan telah memberikan segalanya — darah, tenaga, dan air mata — untuk kemerdekaan bangsa ini. Kini, tugas kita adalah melanjutkan perjuangan mereka dengan kerja keras, kejujuran, dan pengabdian tanpa pamrih,” ujar Presiden Prabowo dengan suara tegas namun bergetar haru.

Presiden juga menyampaikan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan jasa para pahlawannya. Menurutnya, semangat para tokoh yang hari ini dianugerahi gelar Pahlawan Nasional harus menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk mencintai bangsa dengan cara-cara yang nyata: belajar, bekerja, dan berbuat kebaikan.

“Mereka datang dari latar belakang berbeda — ulama, buruh, prajurit, negarawan, dan pendidik — namun semua memiliki satu tujuan: Indonesia yang merdeka, adil, dan berdaulat,” tuturnya.

Suasana haru menyelimuti ruangan ketika keluarga para penerima gelar maju satu per satu untuk menerima tanda kehormatan dari Presiden. Beberapa menitikkan air mata, bukan karena duka, melainkan rasa bangga bahwa perjuangan leluhur mereka kini diakui sebagai bagian dari sejarah besar bangsa.

Penganugerahan Pahlawan Nasional Tahun 2025 ini bukan hanya penghormatan terhadap masa lalu, tetapi juga ajakan untuk menyalakan kembali api perjuangan di dada setiap anak bangsa — agar semangat para pahlawan tidak sekadar dikenang, tetapi dihidupi dalam tindakan dan pengabdian.

Dari Istana Negara, gema perjuangan itu kembali bergaung ke seluruh penjuru negeri — dari Sabang hingga Merauke — menegaskan bahwa semangat kepahlawanan bukan warisan yang disimpan, tetapi nyala abadi yang terus membimbing Indonesia menuju masa depan yang lebih bermartabat.(Ris1)

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed