oleh

Pasar Takjil Ramadhan Sawahlunto Jadi Ruang Tumbuh UMKM dan Silaturahmi Warga

Pemerintah daerah menilai kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi lokal. Dengan tersedianya fasilitas berdagang yang tertata, pelaku UMKM memiliki kesempatan lebih luas untuk meningkatkan pendapatan sekaligus memperkenalkan produk kuliner daerah kepada masyarakat.

 

 

Sawahlunto, Targetonlinenews.com — Semarak bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah menghadirkan denyut ekonomi sekaligus kehangatan sosial di Kota Sawahlunto. Pasar kuliner dan takjil yang tersebar di sejumlah titik strategis menjadi ruang tumbuh bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sekaligus tempat berkumpulnya masyarakat menjelang waktu berbuka puasa.

Pemerintah Kota Sawahlunto melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Koperindag) menyediakan lapak-lapak khusus bagi pelaku UMKM kuliner untuk menjajakan aneka hidangan berbuka.

Di Kecamatan Lembah Segar, beberapa titik pasar takjil ditetapkan sebagai pusat aktivitas masyarakat, di antaranya area parkir Pasar Sawahlunto, parkiran Stasiun Kereta Api, serta sepanjang Jalan Yos Sudarso Pasar Remaja.

Sejak sore hari, kawasan tersebut dipadati warga yang berburu hidangan berbuka, mulai dari kolak, gorengan, kue tradisional, hingga minuman khas daerah. Kehadiran kuliner tradisional yang jarang ditemui di luar Ramadhan menjadi daya tarik tersendiri bagi pembeli.

Salah seorang penjual takjil di kawasan Pasar Remaja menuturkan bahwa pasar kuliner Ramadhan membawa dampak langsung bagi perekonomian warga.

“Pusat jajan kuliner dan takjil ini mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan sekaligus jadi ruang silaturahmi warga,” ujarnya.

Ia mengaku omzet penjualan meningkat dibanding hari biasa karena tingginya minat masyarakat terhadap jajanan berbuka. Selain memberikan peluang usaha bagi pedagang, keberadaan pasar takjil juga memudahkan warga memperoleh makanan siap santap dengan harga terjangkau.

Pasar kuliner Ramadhan di Sawahlunto tidak sekadar menjadi pusat perdagangan, tetapi juga menciptakan ruang sosial yang mempererat kebersamaan. Warga dari berbagai kalangan berkumpul, berbincang, dan menikmati suasana Ramadhan yang khas. Aktivitas jual beli berlangsung dalam nuansa kekeluargaan, mencerminkan tradisi gotong royong yang masih kuat di tengah masyarakat.

Pemerintah daerah menilai kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi lokal. Dengan tersedianya fasilitas berdagang yang tertata, pelaku UMKM memiliki kesempatan lebih luas untuk meningkatkan pendapatan sekaligus memperkenalkan produk kuliner daerah kepada masyarakat.

Kehadiran pasar takjil Ramadhan di Sawahlunto diharapkan terus menjadi ruang tumbuh ekonomi kerakyatan serta memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat. Selain memenuhi kebutuhan berbuka puasa, pasar ini menghadirkan wajah Ramadhan yang hangat, hidup, dan penuh makna bagi warga kota warisan dunia tersebut. (Ris1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *