oleh

Silaturahmi Pembangunan Madina–Tanah Datar, Dua Bupati Sepakat Perkuat Kolaborasi Daerah

 

“Ini bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi juga ruang belajar bersama. Kami ingin mengambil praktik terbaik dari Tanah Datar untuk diadaptasi sesuai karakteristik daerah kami,” ujar Saipullah.

 

Mandailing Natal, Targetonlinenews.com — Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar memperkuat komitmen kolaborasi lintas daerah melalui pertemuan silaturahmi pembangunan yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Madina, Bumi Gordang Sambilan, Kamis (23/4/2026) malam.

 

Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut menjadi momentum strategis untuk berbagi pengalaman, menyelaraskan visi pembangunan, serta mendorong sinergi kebijakan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

 

Bupati Mandailing Natal, H. Saipullah Nasution, menyebut kunjungan Bupati Tanah Datar beserta rombongan sebagai kehormatan sekaligus peluang memperkuat hubungan antardaerah. Ia menilai, kolaborasi menjadi langkah penting dalam mempercepat pembangunan, terutama bagi daerah yang memiliki tantangan dan potensi berbeda.

 

“Ini bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi juga ruang belajar bersama. Kami ingin mengambil praktik terbaik dari Tanah Datar untuk diadaptasi sesuai karakteristik daerah kami,” ujar Saipullah.

 

Sebagai kepala daerah yang baru menjabat, Saipullah menegaskan keterbukaan pihaknya terhadap kerja sama konkret, termasuk rencana mengirimkan perangkat daerah untuk mempelajari program-program unggulan yang telah berhasil diterapkan di Tanah Datar.

 

Dalam paparannya, Saipullah mengungkapkan sejumlah indikator pembangunan di Madina. Dengan luas wilayah sekitar 6.600 kilometer persegi dan jumlah penduduk mencapai 505 ribu jiwa, Madina mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 74,3 serta pertumbuhan ekonomi 4,3 persen. Pemerintah daerah menargetkan pertumbuhan tersebut meningkat hingga 8 persen pada akhir masa jabatan.

 

Di sektor pertanian, Madina telah mengalami surplus produksi sekitar 34 ribu ton per tahun, melampaui kebutuhan daerah sebesar 32 ribu ton. Selain itu, potensi besar juga terdapat pada sektor perkebunan kelapa sawit seluas 166 ribu hektare, pertambangan emas, energi panas bumi, hingga kawasan konservasi seperti Taman Nasional Batang Gadis.

 

Sementara itu, Bupati Tanah Datar, Eka Putra, menekankan pentingnya orientasi masa depan dalam pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa kemauan untuk berkolaborasi menjadi kunci utama dalam menciptakan kemajuan yang berkelanjutan.

 

“Kita tidak perlu lagi terjebak pada masa lalu. Yang terpenting adalah bagaimana hari ini kita memiliki kemauan yang sama untuk membangun,” tegas Eka Putra.

 

Eka memaparkan berbagai program unggulan yang telah dijalankan di Tanah Datar, khususnya di sektor pertanian. Program bajak sawah gratis, asuransi pertanian dengan nilai ganti rugi hingga Rp6 juta per hektare, serta bantuan biaya tanam menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kesejahteraan petani.

 

Selain itu, pemanfaatan teknologi berbasis aplikasi dan satelit juga diterapkan untuk memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran dan efisien.

 

Di sektor ekonomi, program “Satu Nagari, Satu Event” terbukti mampu menggerakkan ekonomi lokal dengan perputaran uang mencapai miliaran rupiah dalam satu kegiatan. Sementara di bidang keagamaan, program “Satu Rumah, Satu Hafidz/Hafidzah” telah melahirkan lebih dari 20 ribu generasi penghafal Al-Qur’an.

 

Eka Putra juga menyoroti pentingnya mitigasi bencana sebagai bagian dari strategi pembangunan. Tanah Datar, yang rawan bencana alam, telah mengembangkan konsep Desa Tangguh Bencana, memperkuat infrastruktur seperti sabo dam, serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.

 

Dalam aspek tata kelola pemerintahan, ia menegaskan prinsip pelayanan publik sebagai prioritas utama. Berbagai inovasi dilakukan, mulai dari efisiensi anggaran, pembatasan fasilitas pejabat, hingga penyediaan kanal pengaduan masyarakat dan pembangunan Mal Pelayanan Publik.

 

“Kami ingin kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat. Tujuan akhirnya adalah kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat,” ujarnya.

 

Pertemuan tersebut ditutup dengan kesepakatan kedua kepala daerah untuk memperkuat kerja sama berkelanjutan. Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal dan Tanah Datar sepakat bahwa kolaborasi lintas daerah menjadi strategi efektif dalam menciptakan pembangunan yang inklusif dan merata di tingkat regional.(Sherly/Ris1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *