oleh

Viral Ulama Lampung Diturunkan di Tol, PO Bus Miyor Beri Klarifikasi Resmi: Tidak di Badan Tol, Tapi di Exit Tol Tegineneng Atas Persetujuan Penumpang

Pihak PO Miyor menegaskan klarifikasi ini disampaikan agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi serta demi memberikan kejelasan kepada seluruh pihak setelah melakukan pengecekan, verifikasi, dan penelusuran menyeluruh sesuai prosedur.

 

Sawahlunto-Targetonlinenews.com: Manajemen PO Miyor Prima Abadi Transport akhirnya angkat bicara terkait viralnya video dan pemberitaan di media sosial yang menyebut Bus Miyor menelantarkan dan menurunkan penumpangnya yang merupakan seorang Ulama asal Lampung, KH Muhayat beserta istri di ruas Jalan Tol Bandar Lampung.

Melalui akun media sosial resmi @miyor.official dan @miyorprimaabadibus, pihak manajemen merilis klarifikasi resmi 4 slide pada Selasa, 8 September 2026. Klarifikasi tersebut disampaikan oleh unsur pengawas dan pengurus PO MIYOR area Muaro Bungo, Jambi.

“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Perkenankan kami dari PO Miyor Transportasi menyampaikan rilis klarifikasi resmi sehubungan dengan beredarnya video dan pemberitaan di media sosial maupun media daring terkait dugaan penelantaran dan penurunan penumpang di ruas Jalan Tol Palembang–Lampung, pada hari Selasa, tanggal 8 September 2026,” tulis manajemen dalam rilisnya.

Pihak PO Miyor menegaskan klarifikasi ini disampaikan agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi serta demi memberikan kejelasan kepada seluruh pihak setelah melakukan pengecekan, verifikasi, dan penelusuran menyeluruh sesuai prosedur.

Kronologi Inti Versi PO Miyor :

1. Informasi Awal Perjalanan

Pada awal perjalanan, informasi titik turun yang diterima agen Miyor melalui pihak yang datang memesan bangku ke loket untuk KH Muhayat adalah Begadang III, Natar, Lampung. Informasi tersebut kemudian diteruskan dan dipahami oleh kru yang bertugas.

2. Penyampaian di Dalam Perjalanan

Setelah titik Bandar Jaya terlewati dan bus telah berada di ruas jalan tol, KH Muhayat kemudian menyampaikan bahwa titik yang beliau maksud adalah Bandar Jaya.

3. Kondisi di Ruas Tol

Karena bus pada saat itu telah melewati titik tersebut dan sedang berada di ruas tol, bus tidak dapat serta-merta kembali atau berputar menuju titik yang telah terlewati. Hal ini bertentangan dengan aturan lalu lintas di jalan tol.

Penegasan: Tidak Diturunkan di Tengah Tol

Pihak manajemen menyebut ketika masih berada di ruas tol, KH Muhayat menyampaikan keinginannya untuk turun. Namun kru tidak langsung memenuhi permintaan tersebut karena mempertimbangkan keselamatan beliau beserta istri serta bertentangan dengan aturan yang berlaku.

Kru kemudian tetap sesuai SOP melanjutkan perjalanan hingga area Exit Tol Tegineneng agar beliau tidak diturunkan di badan jalan tol dan berada pada titik yang lebih memungkinkan untuk dilakukan penjemputan.

“Setelah dilakukan komunikasi, dan atas persetujuan KH Muhayat sendiri, beliau beserta istri kemudian turun di area Exit Tol Tegineneng tersebut tanpa komplain,” tulis PO Miyor.

“Dengan demikian, perlu kami luruskan bahwa KH Muhayat beserta istri tidak diturunkan secara sepihak di tengah ataupun di badan jalan tol, melainkan di exit tol.”

Terkait faktor lain, PO Miyor menyebut peristiwa ini berawal dari adanya perbedaan informasi mengenai titik tujuan yang dipahami sejak awal perjalanan.

Mengenai jadwal sholat yang tidak bertepatan dengan waktu Subuh yang turut disorot dalam video viral, pihak PO Miyor menyebut tidak ada unsur kesengajaan, mengingat faktor transportasi darat yang bersifat kondisional, adanya kemacetan serta kendala teknis dan nonteknis di luar kemampuan perusahaan, dan penumpang juga dalam kondisi musafir.

Permohonan Maaf dan Evaluasi

“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada KH Muhayat dan keluarga besar beliau atas ketidaknyamanan yang dirasakan dalam perjalanan tersebut.”

Manajemen juga menegaskan peristiwa ini menjadi bahan evaluasi untuk semakin memperkuat dan memperjelas mekanisme konfirmasi titik tujuan penumpang agar kejadian serupa dapat dihindari ke depannya.

“Bagi kami, keselamatan, kenyamanan, serta kepercayaan penumpang tetap menjadi prioritas. Kami menyampaikan klarifikasi ini bukan untuk menyalahkan pihak mana pun, melainkan agar masyarakat mendapatkan gambaran yang lebih utuh mengenai peristiwa yang terjadi,” tutup manajemen.

Hingga berita ini diturunkan, pihak KH Muhayat belum memberikan tanggapan resmi lanjutan atas klarifikasi PO Miyor tersebut. Berita yang sebelumnya viral di media sosial masih menjadi perbincangan hangat warganet, khususnya di kalangan pengguna jasa transportasi AKAP lintas Sumatera – Jawa. (Rel/Ris1)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *