Padang Panjang, TargetOnlineNews.com – Penyaluran bantuan sosial (bansos) yang tidak tepat sasaran masih terjadi di Kota Padang Panjang. Pemerintah kota pun mendorong masyarakat untuk aktif melaporkannya melalui kanal aduan “Lapor Warga” agar segera ditindaklanjuti oleh dinas terkait.
Kepala Dinas Sosial PPKBPPPA, Osman Bin Nur, mengakui bahwa dalam proses distribusi bantuan, masih ditemukan sejumlah kejanggalan, termasuk penerima yang sudah meninggal dunia, berpindah domisili, bahkan tergolong mampu.
“Kami mendapat laporan dari masyarakat bahwa ada penerima bantuan yang tidak layak. Setelah dicek, memang ada yang sudah meninggal atau mampu secara ekonomi, tapi tetap masuk daftar penerima,” ujar Osman, Minggu (3/8/25).
Menurutnya, data penerima bansos umumnya bersumber dari Kementerian Sosial melalui basis Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Namun, dalam pelaksanaannya, masih ada kekeliruan karena data belum diperbarui secara real time.
“Untuk bantuan beras dari Bulog misalnya, datanya kami terima dari pusat. Setelah dibagikan, ada keluhan warga soal penerima yang tidak tepat. Ini langsung kami cek, dan jika terbukti tidak layak, mereka kami coret dan digantikan oleh warga cadangan di bawahnya,” jelasnya.
Menindaklanjuti permasalahan ini, Dinas Sosial mengimbau masyarakat untuk tidak diam. Warga dipersilakan menyampaikan aduan melalui kanal “Lapor Warga” di *WhatsApp 0811-6656-700* agar bantuan benar-benar jatuh ke tangan yang membutuhkan.
“Partisipasi aktif masyarakat sangat penting untuk memastikan bansos tepat sasaran. Jangan ragu melapor jika ada yang janggal,” tegas Osman.
Pemerintah Kota Padang Panjang menyalurkan berbagai jenis bantuan sosial, baik yang bersumber dari pemerintah pusat maupun dari Baznas. Ke depan, pengawasan terhadap distribusi bansos akan diperketat agar tidak terjadi penyimpangan data yang merugikan warga yang berhak.
Langkah ini menunjukkan komitmen kuat Pemko Padang Panjang dalam menjamin keadilan dan akurasi dalam penyaluran bantuan sosial di tengah masyarakat. (Ris1)
Komentar