oleh

Atasi Krisis Sampah Nasional, Zulhas Percepat PSEL: 14,4 Juta Ton Sampah Diubah Jadi Energi

Atasi Krisis Sampah Nasional, Zulhas Percepat PSEL: 14,4 Juta Ton Sampah Diubah Jadi Energi. “Masalah sampah yang menumpuk selama puluhan tahun tidak bisa diselesaikan dengan cara biasa. Dibutuhkan langkah besar, kebijakan berani, dan kerja cepat,” ujar Zulhas dalam keterangannya.

 

JAKARTA, Targetonlinenews.com — Pemerintah mempercepat langkah strategis dalam menangani persoalan sampah nasional yang selama puluhan tahun belum terselesaikan secara optimal. Melalui arahan Presiden Prabowo Subianto, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) kini didorong menjadi solusi terintegrasi yang tidak hanya mengurai limbah, tetapi juga menghasilkan energi listrik bagi masyarakat.

Menteri Koordinator Bidang Pangan yang juga Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan (Zulhas), menegaskan bahwa pendekatan konvensional tidak lagi cukup untuk mengatasi kompleksitas persoalan sampah di Indonesia yang terus meningkat setiap tahun.

“Masalah sampah yang menumpuk selama puluhan tahun tidak bisa diselesaikan dengan cara biasa. Dibutuhkan langkah besar, kebijakan berani, dan kerja cepat,” ujar Zulhas dalam keterangannya.

Menurutnya, pemerintah kini mengambil langkah akseleratif melalui pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di berbagai daerah. Program ini ditargetkan mampu mengelola sekitar 14,4 juta ton sampah per tahun yang tersebar di 61 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Zulhas menekankan bahwa PSEL bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan transformasi sistem pengelolaan sampah nasional menuju model ekonomi sirkular yang lebih modern dan berkelanjutan.

“Ini bukan hanya soal membersihkan sampah, tapi bagaimana kita mengubah masalah menjadi sumber energi yang bermanfaat bagi rakyat. Sampah harus punya nilai ekonomi,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa percepatan pembangunan PSEL dilakukan melalui sinergi lintas kementerian, pemerintah daerah, serta dukungan sektor swasta. Pemerintah juga tengah menyederhanakan regulasi dan memperkuat skema pembiayaan agar proyek-proyek tersebut dapat berjalan cepat dan tepat sasaran.

Program ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada metode landfill (pembuangan terbuka) yang selama ini menjadi penyumbang utama pencemaran lingkungan, sekaligus menekan emisi gas rumah kaca dari sektor limbah.

Selain itu, kehadiran PSEL juga diproyeksikan membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan ketahanan energi di daerah, terutama di kota-kota dengan volume sampah tinggi.

Dengan target pengelolaan jutaan ton sampah per tahun, pemerintah optimistis program ini akan menjadi titik balik dalam penanganan krisis sampah nasional.

“Ini kerja besar yang harus kita tuntaskan bersama. Dengan dukungan semua pihak, kita ingin Indonesia bersih, sehat, dan mampu memanfaatkan sampah sebagai energi masa depan,” tutup Zulhas.

Program percepatan PSEL ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan solusi konkret bagi persoalan lingkungan, sekaligus memperkuat fondasi pembangunan berkelanjutan di Indonesia. (Ris1)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *