Sawahlunto, TargetOnlineNews.com — Warga Desa Kumbayau, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, mendadak heboh setelah menemukan bunga langka Amorphophallus paeoniifolius mekar di pekarangan rumah. Kejadian langka itu terjadi pada Selasa (26/8/2025) di Sialang Cubadak, Dusun Talao.
Bunga ini pertama kali terlihat oleh Susilawati dan keluarganya. Karena bentuknya unik, keluarga langsung memagari bunga tersebut agar tidak rusak, lalu melaporkan penemuan itu kepada pengurus Badan Pengelola Geopark Nasional Sawahlunto.
Mendengar kabar tersebut, tim Geopark Sawahlunto langsung meninjau ke lokasi. Bahkan, kabar ini juga diteruskan ke pakar biologi, Dr. Dwi Rini Kurnia Fitri, M.Si, dari Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar.
Dr. Rini menjelaskan, Amorphophallus paeoniifolius adalah kerabat dekat bunga bangkai raksasa (Amorphophallus titanum) dan tanaman iles-iles (A. muelleri). Di dunia internasional, tanaman ini dikenal dengan sebutan elephant foot yam atau stink lily.
Tanaman ini memiliki umbi besar di bawah tanah yang menyimpan cadangan energi. Jika energi sudah cukup, daun-daunnya akan layu dan berganti dengan bunga.
Saat mekar, bunga mengeluarkan bau busuk menyerupai bangkai untuk menarik lalat dan serangga lain sebagai penyerbuk. Inilah sebabnya bunga ini dijuluki “stink lily”. Meski aromanya menyengat, keberadaannya tetap memikat perhatian warga.
Menurut data International Union for Conservation of Nature (IUCN), spesies ini masih berstatus Least Concern alias berisiko rendah punah. Populasinya masih banyak di alam liar, berbeda dengan bunga bangkai raksasa yang tergolong langka.
Namun, para ahli tetap mengingatkan agar keberadaannya dijaga. Sebab, perubahan lingkungan dan eksploitasi bisa memengaruhi jumlah populasinya di masa mendatang.
Bagi warga Desa Kumbayau, mekarnya bunga ini menjadi tontonan tak biasa. Tak sedikit yang datang untuk melihat langsung dan mengabadikan momen langka tersebut.
“Ini jadi pengalaman berharga. Kami senang bisa melihat langsung bunga yang katanya kerabat bunga bangkai raksasa,” kata Susilawati, penemu bunga tersebut.
Fenomena ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keanekaragaman hayati Indonesia begitu kaya, bahkan bisa tumbuh dan mekar di pekarangan rumah warga.(robet/ris1)
Komentar