oleh

Menjadikan Jabatan Sebagai Ibadah: Pesan Humanis Kajari Sawahlunto di Hari Pelantikan Pejabat Baru

Dalam pandangannya, bekerja di lembaga penegak hukum adalah bentuk ibadah sosial — di mana kejujuran, disiplin, dedikasi dan integritas menjadi nilai utama. Ia mendorong seluruh jajarannya untuk memaknai setiap tugas dengan ketulusan hati, serta menjadikan pekerjaan sebagai jalan pengabdian bagi kemajuan bangsa dan negara.

 

Sawahlunto,TargetOnlineNews.com — Di sebuah aula yang sederhana namun sarat makna, suasana suka cita dan khidmat terasa menyelimuti Kejaksaan Negeri Sawahlunto, Selasa (11/11/25). Tiga pejabat baru resmi mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Kepala Kejaksaan Negeri Sawahlunto, Eddy Samrah L, S.H., M.H.. Namun lebih dari sekadar prosesi seremonial, hari itu menjadi momentum pembenahan semangat dan pengingat makna pengabdian.

Eddy Samrah, dengan nada tenang dan penuh wibawa,menyampaikan pesan yang tak hanya menyentuh ranah profesional, tapi juga spiritual. Ia mengingatkan bahwa jabatan di institusi penegak hukum bukan sekadar tanggung jawab administratif, melainkan amanah dan titipan Tuhan yang harus dijaga dengan penuh keikhlasan.

“Jabatan ini adalah anugerah dan titipan dari Tuhan. Syukuri, jaga, dan manfaatkanlah sebagai ibadah yang membawa kebaikan untuk diri sendiri dan orang lain,” ujarnya di hadapan para pejabat dan pegawai yang hadir.

Dalam pandangannya, bekerja di lembaga penegak hukum adalah bentuk ibadah sosial — di mana kejujuran, disiplin, dedikasi dan integritas menjadi nilai utama. Ia mendorong seluruh jajarannya untuk memaknai setiap tugas dengan ketulusan hati, serta menjadikan pekerjaan sebagai jalan pengabdian bagi kemajuan bangsa dan negara.

Tiga nama yang baru saja dilantik:

Evi Ratna Evalinda, S, S.H., Kasubsi Prapenuntutan pada Seksi Pidum.
Jefri Arfendi, S.H., Kasubsi Penuntutan Upaya Hukum Luar Biasa dan     Eksekusi pada Seksi Tindak Pidana Khusus.
Amelia Maharani Harley, S.H. Kasubsi Perdata dan Tata Usaha Negara pada Seksi Datun.

Ketiganya kini mengemban tanggung jawab baru di tengah tantangan zaman yang kian kompleks. Kajari Eddy menekankan bahwa rotasi jabatan bukan sekadar pergantian posisi, tetapi bagian dari regenerasi dan penyegaran organisasi agar semangat Tri Krama Adhyaksa tetap hidup: Satya (kesetiaan), Adhi (kesempurnaan), dan Wicaksana (kebijaksanaan).

“Bekerjalah dengan semangat dan tanggung jawab. Hindari sikap transaksional, jauhi penyimpangan sekecil apa pun, dan jadilah teladan yang memberi inspirasi,” pesannya, tegas namun hangat.

Lebih lanjut, Eddy mengapresiasi capaian kinerja Kejaksaan di berbagai tingkatan yang kini mencatat tingkat kepercayaan publik mencapai 76 persen — sebuah angka yang menunjukkan meningkatnya keyakinan masyarakat terhadap lembaga hukum. Namun, ia mengingatkan, kepercayaan itu bukan alasan untuk berpuas diri.

“Kepercayaan publik adalah amanah. Kita harus menjaganya dengan perilaku yang berintegritas dan pelayanan hukum yang berkeadilan,” ucapnya.

Di akhir sambutannya, Eddy Samrah menutup dengan doa dan harapan agar setiap pejabat baru dan seluruh jajaran Kejaksaan dapat menapaki tugas dengan kelapangan hati dan keikhlasan niat.

“Semoga Allah SWT melancarkan setiap urusan kita dan menjadikan jabatan ini ladang ibadah yang membawa keberkahan,” tuturnya menutup sambutan dengan nada rendah namun penuh makna.

Di balik pidato Kajari Sawahlunto, Eddy Samrah L, tersirat pesan sederhana namun mendalam — bahwa bekerja menegakkan hukum bukan hanya tentang pasal dan perkara, tetapi tentang menjaga nurani dan memberi manfaat bagi sesama. Di tengah hiruk-pikuk dunia hukum yang keras, suara lembut dari Aula Kejari Sawahlunto hari itu mengingatkan: kekuasaan sejati terletak pada kejujuran dan pengabdian. (Ris1)

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *