Dalam peninjauan itu, Jeri Rizal melihat kondisi tanaman cabai keriting yang dibudidayakan serta berbagai aspek yang perlu diperhatikan untuk mendukung pertumbuhan tanaman dan meningkatkan hasil produksi
Sawahlunto–Targetonlinenews.com: Pemerintah Desa Salak, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, terus mendorong penguatan ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengembangan sektor pertanian. Salah satu upaya yang dilakukan ialah budidaya cabai keriting yang dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Karya Muda Mandiri.
Kepala Desa Salak, Jeri Rizal, bersama pengelola BUMDes Karya Muda Mandiri meninjau langsung lokasi program budidaya cabai keriting pada Senin (19/10/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat perkembangan tanaman sekaligus mengevaluasi pelaksanaan program ketahanan pangan desa.
Dalam peninjauan itu, Jeri Rizal melihat kondisi tanaman cabai keriting yang dibudidayakan serta berbagai aspek yang perlu diperhatikan untuk mendukung pertumbuhan tanaman dan meningkatkan hasil produksi.
Menurut Jeri Rizal, pengembangan pertanian menjadi salah satu langkah penting dalam memanfaatkan potensi lokal sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat desa.
“Program budidaya cabai keriting ini merupakan salah satu upaya kami untuk mengoptimalkan potensi pertanian Desa Salak. Kami berharap program ini dapat berkembang dengan baik, mendukung ketahanan pangan, sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi desa dan masyarakat,” demikian pernyataan yang dirangkum berdasarkan keterangan program Pemerintah Desa Salak.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah desa, BUMDes, dan masyarakat agar program yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga mampu berkembang menjadi kegiatan usaha yang berkelanjutan.
BUMDes Didorong Kelola Potensi Pertanian
Melalui BUMDes Karya Muda Mandiri, program budidaya cabai keriting diharapkan dapat dikelola secara produktif, profesional, dan berkesinambungan. Pengelolaan yang baik diperlukan agar potensi pertanian desa dapat memberikan manfaat ekonomi secara nyata.
Selain berkontribusi terhadap ketersediaan bahan pangan, budidaya cabai keriting berpeluang membuka ruang usaha dan meningkatkan nilai ekonomi komoditas pertanian lokal.
Peninjauan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah desa untuk memantau pelaksanaan program, mengidentifikasi kebutuhan pengembangan, serta mendorong peningkatan produktivitas pertanian.
Pemerintah Desa Salak berkomitmen melanjutkan pengembangan potensi lokal melalui program pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi desa. Kolaborasi antara pemerintah desa, BUMDes, dan masyarakat diharapkan menjadi fondasi dalam mewujudkan ketahanan pangan yang kuat.
Dengan pengelolaan yang tepat dan berkelanjutan, budidaya cabai keriting diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi lokal sekaligus mendukung terwujudnya Desa Salak yang semakin mandiri dan sejahtera.(Ris1)
















Komentar